Blogger Themes

News Update :

Zionis, Teroris Rasis Super Narsis!

Selasa, 10 Februari 2009

Monday, 09 February 2009 05:32 Syabab.Com - “Barangsiapa yang meninggalkan jihad karena benci padanya, pastilah Allah pakaikan kepadanya baju kehinaan”. (Ali bin Abi Thalib). Peperangan di Gaza yang memakan waktu 23 hari itu udah mulai mereda. Kata berita sih lagi gencatan senjata. Lebih dari 1300 warga Palestina tewas dan 5.450 korban luka-luka. Sementara kerugian fisik terlihat jelas di daerah Jalur Gaza yang porak poranda bak diterjang badai tsunami. Badan survei independen memperkirakan kerugian akibat tiga minggu serangan Israel di Gaza mencapai US$ 2 miliar. Aset-aset yang hancur termasuk 4.100 rumah 1.500 pabrik, 20 masjid, 31 kompleks keamanan serta 10 jalur pengairan. (Sinarharapan.co.id, 20/01/09).

Sialnya, Israel masih menutup pintu perbatasan. Otomatis suplai bahan bangunan, tenaga medis, obat-obatan, maupun makanan jadi tersendat-sendat. Padahal banyak bangunan yang harus direnovasi untuk kebaikan warga. Banyak pasien yang memerlukan pengobatan. Tapi emang Israel nggak punya belas kasihan. Mereka tetep aja memblokade hubungan warga dengan warga luar Palestina. Tega bener!

Antara Yahudi Dan Zionis

Mata masyarakat dunia terbuka lebar. Semuanya nyadar kalo berita kebrutalan Israel di tanah Palestina bukan rekayasa media massa Islam. Tapi emang kenyataan yang sering ditutupi oleh media massa internasional yang dikuasai orang-orang Yahudi. Wajar kalo buntutnya melahirkan sentimen anti zionis dan Yahudi. Tapi kayanya nggak etis kalo kita memukul rata semua Yahudi itu sama dengan Israel. Kalo berani, jangan pukul rata tapi pukul tuh zionis. Itu baru mak nyoss!

Biar kita nggak salah kaprah, ada baiknya kita tau seluk-beluk Yahudi sebagai agama, sebuah bangsa, keturunan, atau gerakan politik sebelum mengumbar kebencian. Sebagai sebuah agama, Yahudi termasuk agama Samawi seperti halnya Islam dan Nasrani yang diturunkan Allah swt untuk umat manusia. Sebagai sebuah bangsa, Yahudi nggak jauh beda dengan suku bangsa di negeri kita. Seperti suku sunda, suku jawa, suku batak, de el el yang punya ciri khas secara fisik maupun budaya. Sebagai keturunan, anak cucu Yahudi berkembang biak di belahan dunia sampe pojok-pojoknya. Karena Yahudi udah ada dari dulu.

Kalo Yahudi sebagai gerakan politik zionisme, ini yang perlu diwaspadai. Zionisme berasal dari kata ‘zion’, nama salah satu bukit di Yerussalem/Palestina. Adalah Theodorl Hertzl yang pertama kali menggagas gerakan zionis. Tokoh Yahudi Hungaria dan jurnalis sebuah media berpengaruh di Wina (Austria) ini bikin buku yang judulnya “Der Judenstaat” alias “Negara Yahudi”. Buku ini ngomporin orang-orang Yahudi yang kebeneran saat itu lagi dimusuhin ama orang Eropa untuk mendirikan sebuah negara. Hasilnya, digelar deh tuh kongres pertama Zionisme di Basel Swiss tahun 1897 sebagai upaya mewujudkan impian mereka untuk memiliki sebuah negara.

Singkat kata, Negara Israel berdiri tanggal 14 Mei 1948 setelah diproklamasikan oleh David Ben Gurion di bawah foto besar Theodore Hertzl. Sejak saat itu, sepak terjang Zionis di Palestina makin jor-joran demi menjaga eksistensi negaranya. Perlahan namun pasti, mereka melebarkan wilayah negaranya. Yang awalnya cuman secuprit, kini jadi seribu kali cuprit dengan mengusir tuan rumah penduduk asli Palestina. Padahal awalnya mereka adalah tamu, kok bisa-bisanya tamu ngusir tuan rumah. Bener-bener tamu gak tahu malu!

Nah, pren moga jelas ya sekarang kalo tidak semua Yahudi itu zionis. Tapi zionis pasti orang Yahudi. Kita boleh benci bin sewot dengan zionis, tapi dengan penganut agama atau keturunan Yahudi, entar dulu. Jangan keburu nepsong. Tetep kita hormati selama mereka nggak menginjak-injak harga diri kita sebagai muslim. Sepeti yang Rasul ajarkan pada umatnya. Tapi kalo mereka bertingkah seperti halnya zionis di Palestina, kita sambut dengan kumandang jihad. Allahu akba

Sepak terjang Zionis

Setelah negara Israel berdiri, kaum zionis banting tulang biar negaranya tetep eksis. Mereka gencar nyusun kekuatan untuk menghadapi kecaman dunia atas tingkah polah mereka yang nggak tahu malu di bumi Palestina.

Kekuatan pertama mereka adalah media massa. Theodore Herzl (peletak dasar gerakan zionis internasional) dalam konferensi di Swiss,1987 pernah bilang: “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dan media massa dunia. Pernyataan ini juga dikuatkan oleh seorang rabi Yahudi Rashoron (1986) dalam suatu khutbahnya di kota Braga. “Jika emas merupakan kekuatan pertama kita untuk mendominasi dunia, maka dunia jurnalistik merupakan kekuatan kedua bagi kita”.

Nggak heran kalo banyak orang Yahudi yang menguasai sumber berita dunia. Coba tengok, pendiri kantor berita terbesar di dunia adalah Julius Reuter. Seorang Yahudi yang lahir pada tahun 1816. Di Perancis, seorang Yahudi warga Havas mendirikan kantor berita Havas pada tahun 1835 yang kemudian berubah menjadi kantor berita resmi Perancis. Di Inggris, majalah terbesar The Times pertama kali terbit pada tahun 1788 melalui prakarsa Rochild, warga Yahudi Inggris. Di Amerika Serikat, separoh dari 1700 distributor media massa, secara mutlak, dikuasai oleh Yahudi.

Dengan menguasai media, zionis bebas ngotak-ngatik fakta dan opini sesuai keinginannya sebelum nongol di layar kaca dalam siaran berita atau di media cetak. Peran media massa sebagai agent of change dipake zionis untuk brain washing alias pencucian otak. Biar masyarakat melihat, mendengar, dan berpendapat sesuai harapan zionis. Inilah wujud nyata agenda zionis yang tertuang dalam Protokol (ke-12: “Media massa harus berada di bawah pengaruh kita”

Kekuatan kedua yang dimiliki Zionis adalah lobi politik. Nggak diragukan lagi kalo kepiawaian lobi politik orang zionis sukses menempatkan mereka sebagai sekutu utama negara adidaya. Dua organisasi Zionis Yahudi yang sangat menentukan sikap politik luar negeri AS adalah JINSA (Jews Institute for National Security Affairs) dan CSP (Centre for Security Policy) yang dekat dengan CPD (Committee on The Present Danger). Nggak heran kalo AS mati-matian membela kepentingan Israel. Apalagi AS punya hak veto sebagai anggota dewan keamanan di PBB. Jadi dengan seenaknya bisa mementahkan setiap resolusi PBB yang dianggap merugikan Israel.

Kemesraan AS dan Israel terus terjalin meski presidannya udah gonta-ganti. Nggak heran kalo kini, Obama juga ngikutin tradisi politik AS yang tunduk kepada Yahudi. New York Sun Editorial (January 9, 2008) mengungkap bagaimana sikap Obama terhadap Israel. “saya memiliki komitmen yang jelas dan kuat atas keamanan Israel sekutu terkuat kita di wilayah itu dan satu-satunya di wilayah itu negara dengan demokrasi yang mapan. Dan itu akan menjadi titik awal saya”, ujarnya.

Padahal dulu, Benjamin Franklin, pernah ngingetin bahayanya Yahudi dalam konferensi penyusunan konstitusi Amerika pada tahun 1789 M: “Ketahuilah, di sana terdapat bahaya besar yang mengancam Amerika Serikat, dan itu adalah bahaya Yahudi. Di mana pun mereka berada selalu menimbulkan kehancuran terhadap moralitas dasar yang luhur dan merendahkan tingkat kepercayaan perdagangan. Mereka adalah para penumpah darah dan perampas harta. Sunguh, aku mengingatkan kalian wahai para pemuka bangsa Amerika, jika kalian tidak mengusir Yahudi secara tuntas, maka anak-anak dan cucu kalian akan melaknat kalian di atas kuburan kalian.”

Pren, itulah dua kekuatan utama zionis yang menopang sepak terjang mereka di Palestina. Jadi nggak usah heran bin bengong plus bete kalo perilaku Israel kian arogan. Karena dibelakangnya, ada AS yang menjadi sabuk pengaman Zionis. Makanya Israel juga dikenal sebagai Amerika kecil dan Amerika sebagai Israel besar. Jadi, waspadalah!

Kikis Habis Zionis

Selama nggak ada perlawanan fisik yang seimbang dari negara-negara di Timur Tengah, Israel bakal tetep menjadikan warga Palestina sebagai sasaran tembak. talmud sebagai kitab suci kaum zionis mendoktrin tentara militer Israel untuk memerangi orang-orang non Yahudi. Coba simak ayat-ayat Talmud berikut ini:

  • “Semua anak keturunan Ghoyim (non Yahudi) sama dengan binatang” (Yebamoth 98a)
  • “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh, ” (Soferim 15, Kaidah 10)
  • “Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakuan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka, ” (Sanhedrin, 58b)
  • “Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapa pun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim, ” (Chagigah 15b)
Nah pren, kebayang dong gimana potret dunia di masa depan kalo zionis sang teroris rasis super narsis itu terus dibiarkan merajalela. Masuk akal kalo masyarakat Eropa pernah mengusir bangsa Yahudi setelah mengetahui niat busuk mereka yang tertuang dalam protokol zionis. Allah swt juga ngingetin kita untuk waspada dengan orang Yahudi, terutama zionis. Firman-Nya:

وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan (QS al-Maidah [5]: 64).

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik
. (QS al-Maidah [5]: 82).

Untuk mengikis zionis nggak cukup mengajak mereka duduk bareng dalam satu meja perundingan. Soalnya bahasa yang dipahami oleh zionis cuman perang, bukan perjanjian gencatan senjata. Untuk memerangi zionispun nggak bisa cuman ngandelin HAMAS, Hizbullah, atau pejuang Palestina. Lantaran Amerika sang adidaya yang jadi bekingnya nggak akan tinggal diam. Jadi mesti dilawan dengan kekuatan yang seimbang. Kekuatan yang menyatukan seluruh negeri-negeri Islam di seluruh dunia yang kini tengah terpecah-belah. Itulah kekuatan negara islam, khilafah Islamiyah.

Seperti kekuatan yang ditunjukkan Rasul saw ketika memerangi Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Tiga suku Yahudi yang mengkhianati perjanjian damai dengan umat Islam. Makanya pren, ayo kita sama-sama berjuang demi tegaknya khilafah islamiyah di muka bumi ini. Cuman Khilafah yang bisa mengikis zionis sampe ke akar-akarnya dan melindungi umat dari musuh-musuh Islam. Yuk ah! [bkmt/hafidz341/syabab.com] Next >

Sikap Hina Mahmoud Abbas: Siap Bekerjasama dengan Penjajah Israel

Tuesday, 10 February 2009 15:04

Syabab.Com - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas kembali menunjukkan kehinaannya di hadapan penjajah Israel. Harga diri dan kewibawaan sebagai seorang yang mengaku dirinya 'pemimpin' negeri Palestina yang tengah dijajah itu hilang. Presiden Mahmoud Abbas mengatakan bahwa dia siap untuk bekerja sama dengan pemerintah baru Israel hasil dari pemilihan Selasa ini. Sangat jauh dengan sikap para pemimpin kaum Muslim di bawah naungan Khilafah yang membuat kaum kufar ketakutan.


Abbas hanya memintah Israel untuk menghentikan pembangungan pemukiman baru di wilayah yang diduduki.

"Saya tidak tahu siapa yang akan memenangkan pemilihan itu, tetapi kami akan bekerjasama dengan pemerintah baru Israel hasil dari pemilihan berdasarkan persetujuan bilateral dan resolusi internasional yang telah diadopsi untuk poin ini," kata Abbas saat jumpa pers bersama dengan Presiden Polandia Lech Kacyzynski di Warsaw.

"Kami juga berharap bahwa pemerintah baru Israel akan menghentikan penempatan permukiman baru. Jika pemerintah baru itu tidak melakukan ini, saya tidak tahu apa yang akan menjadi proses perdamaian," jelas Abbas.

"Saya menyeru Israel untuk memenuhi kewajibannya, jika tidak seluruh dunia akan kecewa bahwa perdamaian tidak datang dan kekerasan serta terorisme adalah ketukan pada pintu kami, ini hanya alternatif perdamaian," katanya lagi.

Sungguh Mahmoud Abbas, tiada lain adalah penguasa boneka Palestina yang sudah tak memiliki wibawa sedikit pun di hadapan para penjajah. Bagaimana tidak dikatakan menghinakan, ketika dia siap berjabat tangan dengan para penjajah yang tangan-tangannya berlumuran darah setelah membunuh ribuan warga Muslim? Abbas memilih untuk bekerjasama dengan penjajah Israel dan tidak mau bertindak nyata untuk mengusir penjajah tersebut. Ini semua menunjukkan pengkhianatan dan kehinaan Abbas untuk ke sekian kalinya bagi umat Islam.

Sikap pengecut dan pengkhianatan Abbas bukan kali ini saja. Tidak hanya sekedar dia telah bekerjasama dengan penjajah dan negara di belakannya, Abbas juga seringkali menyerang kaum Muslim terutama para pengemban dakwah di Tepi Barat. Abbas tak segan-segan untuk menghalang-halangi aktivitas seruan pembebasan Palestina yang kian hari semakin meningkat, bahwa hanya Khilafah lah yang mampu membebaskan Palestina [baca: Konferensi Khilafah di Jenin, Otoritas Sekular Berupaya Menggagalkannya].

Sikap pengecut Mahmoud Abbas yang menyatakan dirinya siap bekerjasama dengan Israel ini semestinya semakin membuka pikiran umat betapa pengkhianatan para penguasa terus terjadi. Hal ini juga menunjukkan rendahnya harga diri dan kewibawaan para penguasa tersebut. Bandingkan dengan Sultan Abdul Hamid II yang dengan tegas menolak memberikan sejengkal pun tanah Palestina. Begitu pula Shalahuddin Al-Ayubi yang memimpin pasukan untuk membebaskan al-Aqsa pada saat perang salib? Semua itu terjadi ketika Khilafah ada. Saat ini, di mana Amirul Mukminin yang berwibawa tersebut?[m/f/mna/syabab.com]

Persekongkolan Rezim Kyrgyzstan Antara AS dan Rusia, Korbannya Tetap Warga Muslim

Thursday, 05 February 2009 09:47

Syabab.Com - Penguasa rezim Kyrgyzstan berencana akan menutup pangkalan militer AS yang digunakan untuk mendukung operasi militer koalisi pimpinan AS di Afghanistan. Penutupan itu dilakukan setelah Rusia berjanji akan memberikan bantuan dan kredit sebesar 2 miliyar dolar AS kepada Kygyzstan. Pemerintah Kyrgyzstan termasuk rezim yang selalu menghalang-halangi kebangkitan Islam di negeri tersebut. Setelah bertahun-tahun bersekongkol dengan AS, kini Kyrgyzstan melirik kembali Rusia.


Pemerintah Kyrgyzstan telah menyerahkan kepada parlemen surat keputusan untuk menutup sebuah pangkalan udara Amerika di negara Asian Tengah tersebut. Langkah itu didorong oleh penolakan warga terhadap basis militer tersebut, kata jurubicara pemerintah Aibek Sultangaziyev.

”Pemerintah Kyrgyzstan telah memutuskan untuk mengakhiri keberadaan pangkalan militer itu. Kami tengah memulai langkah konkret untuk menutupnya,” kata Presiden Kyrgyzstan Kurmanbek Bakiyev.

Bakiyev, Selasa, bertemu Presiden Rusia Dmitry Medvedev di Moskwa, Rusia, dan menerima janji bantuan besar bagi negaranya. Rusia, yang juga memiliki pangkalan militer di Kyrgyzstan, menilai kehadiran AS di Kyrgyzstan sebagai upaya untuk menantang pengaruh Moskwa di bekas negara Uni Soviet itu. Uni Soviet yang dimotori Rusia bubar pada tahun 1991.

Jika Pangkalan Udara Manas benar-benar ditutup, konsekuensi bagi operasi AS di Afganistan untuk menghadapi kelompok Taliban dan Al Qaeda cukup besar. Saat ini, pangkalan itu menampung lebih dari 1.000 personel militer AS. Presiden AS Barack Obama berencana menambah jumlah tentara di Afganistan dari 36.000 orang menjadi 60.000 orang.

Washington membangun pangkalan militer di Kyrgyzstan sejak tahun 2001 setelah dimulainya perang melawan terorisme di Afganistan. Pangkalan itu diharapkan masih bisa beroperasi setidaknya sampai dua tahun lagi dalam mendukung operasi militer AS di Afganistan.

Peran Pangkalan Udara Manas semakin penting setelah AS memutuskan mengurangi ketergantungan pada rute suplai melalui wilayah Pakistan yang sering diserang kelompok suku bersenjata atau Taliban.

Pembunuhan "War on Terrorism" Tidak Berakhir

Para pejabat Amerika mengatakan mereka masih melakukan pembicaraan dengan Kyrgyzstan mengenai masa depan sebuah pangkalan militer Amerika di luar ibukota Kyrgyzstan, Bishkek.

Kedutaan Amerika di Kyrgyzstan hari ini mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan apa pun bahwa pemerintah Kyrgyzstan akan memerintahkan penutupan pangkalan tersebut. Pangkalan itu berfungsi sebagai pusat dukungan penting bagi operasi di Afghanistan.

pada 19 Januari lalu, Komandan Pasukan AS di Afganistan Jenderal David Petraeus mendapat jaminan dari Kyrgyzstan bahwa Rusia tidak akan mendorong penutupan pangkalan militer tersebut.

”Kami telah mendiskusikan soal pangkalan militer tersebut dengan otoritas Kyrgyzstan sementara waktu ini. Kami berharap diskusi itu akan berlanjut hingga titik di mana bisa dicapai hasil yang saling menguntungkan,” kata juru bicara Pentagon, Geoff Morrell.

Akan tetapi, keputusan penutupan pangkalan militer itu dipastikan tidak akan menghentikan operasi militer AS di Afganistan. ”AS dan pasukan koalisi tetap akan meneruskan operasi di Afganistan tanpa Pangkalan Udara Manas,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Gordon Duguid.

Belum lama ini, AS juga telah mengucurkan dana sebesar 150 juta dollar AS untuk menyuntik perekonomian Kyrgyzstan, termasuk 63 juta dollar AS untuk biaya sewa pangkalan.

Kebanyakan dari 5,3 juta warga Kyrgyzstan bisa menerima kehadiran militer AS di sana. Kyrgyzstan adalah salah satu negara termiskin di Asia Tengah yang didera krisis politik bertahun-tahun. Pendapatan per kapita Kyrgyzstan sekitar 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 23 juta.

Keluar dari Mulut Harimau Ditelan Buaya

Kyrgyzstan telah lama bersekongkol dengan Amerika Serikat dan membantu negara rajanya teroris itu untuk membunuh kaum Muslim di Afghanistan. Rezim Kyrgyzstan termasuk negara yang senantiasa berupaya menghadang geliat bangkitnya Islam di kawasan Asia Tengah.

Terhadap para pengemban dakwah di negerinya, rezim Kyrgyztan seringkali menangkap dan menjebloskan para perindu kebangkitan Islam tersebut ke dalam sel-sel penjara. Beberapa waktu lalu, pihak penguasa menangkap puluhan orang gara-gara ingin merayakan hari raya [baca: Lebih dari 30 Aktivis HT Dipenjara Hingga 20 Tahun di Kyrgyzstan, Gara-gara Ingin Merayakan Hari Raya]. Penahanan dan penangkapan terhadap para pengemban dakwah tersebut sebagai bentuk kekalahan intelektual penguasa korup Kyrgyzstan terutama untuk menghadang laju kebangkitan Muslim di negeri tersebut.

Setelah sekian lama bersekongkol dengan AS, kini Kyrgyzstan mulai melirik perhatian lebih terhadap Rusia. Sebuah negara yang tidak jauh beda dengan AS, terutama dalam pembunuhan terhadap kaum Muslim. Tidak ada perubahan yang berarti bagi kaum Muslim saat Kyrgyzstan melepaskan pangkalan AS, upaya pembunuhan atas nama "war on terrorism" yang dilancarkan AS pun tidak akan berhenti. Sementara, kedzaliman rezim Kyrgyzstan pun tidak berakhir. Kini rezim tersebut akan bergandengan lebih erat dengan rezim Rusia. [m/kmps/bbc/voa/syabab.com]

Kejahatan Teroris Israel: Menyuntikkan Tawanan Palestina dengan Virus Berbahaya

Saturday, 07 February 2009 07:49

Syabab.Com - Pihak kementerian urusan tahanan Otoritas Palestina, Riad al-Ahskar, pada hari Rabu, mengungkapkan bahwa otoritas penjara Israel (IPA) secara sengaja mekakukan penyuntikan kepada para tahanan warga Palestina yang sakit dengan jarum yang terinfeksi dan memberikan obat-obat beracun. Kejahatan negara ilegal Israel terus terungkap, tapi siapa yang berani mengadili negara teroris tersebut? Mengapa dunia Muslim masih berharap pada PBB yang sudah mandul? Mengapa dunia Muslim bangga dengan nasionalisme yang telah menyebabkan mereka lemah.

Menurut Ashkar, berdasarkan informasi yang terpercaya dari para tahanan Palestina yang terpenjara, sejumlah mereka adalah dokter dan mengetahui berbagai jenis obat-obatan yang diberikan kepada mereka, dirawat di rumah sakit penjara Ramle menegaskan bahwa Zionis telah menyuntikkan pasien warga Palestina dengan jarum yang terinfeksi virus berbahaya seperti hepatitis.

Dalam kaitan ini, Ashkar menuntut lembaga kesehatan dunia WHO dan kelompok medis lainnya untuk segera melakukan penyelidikan menyuluruh atas kejahatan zionis tersebut.

Beberapa tahun lalu, kepala bagian obat-obatan pelayanan kesehatan Israel mengakui bahwa pemerintah telah menggunakan tawanan Palestina di Israel sebagai kelinci percobaan untuk uji coba obat-obatan baru Israel.

Ashkar juga menyebutkan sejumlah kasus beberapa tahanan, termasuk tawanan Usman Abu Kharaj, 38 tahun dari Jenin yang telah terinfeksi dengan hepatitis akibat suntikan jarum yang digunakan.

Sekitar 11 ribu warga Palestina masih berada di sel-sel penjara Zionis. Setidaknya 1.500 dari mereka menderita berbagai macam penyakit kronis, menurut data Palestina .

Beberapa waktu kejahatan teroris Israel telah menjadikan Gaza sebagai tempat uji coba senjata baru yang dilarang. Israel telah menggunakan senjata fosfor putih dan DIME ( Dense Inert Metal Explosives) untuk membunuh warga Palestina.

Kejahatan Israel di dunia ini nyata di depan mata. Kebiadabannya dapat disaksikan melalui layar-layar kaca. Tapi, dunia seolah tak mampu mengadili kejahatan dan kebiadaban Israel tersebut. Lembaga dunia seperti PBB pun mandul dan tak bisa apa-apa. Anehnya, PBB masih diharapkan oleh para penguasa Muslim, yang memang telah lama bersekongkol dengan pencetus dan pendukung utama Israel, AS.

Lalu siapa yang berani mengadili Israel? Siapa yang berani mengadili teroris sejati Israel dan Amerika? Mengapa masih berharap kepada PBB? Mengapa sebagian kaum Muslim masih juga bangga dengan keterpecahbelahan nasionalisme? Mengapa tak mau bersatu di bawah satu bendera Rasulullah Saw? Kejahatan Israel dan AS akan terus terjadi bila umat ini terus bersikap seperti itu.

Benar, hanya satu solusi saja. Harapan itu hanya ada pada kekuatan baru yang akan menyatukan negeri-negeri Islam di bawah satu bendera Rasulullah Saw. Itulah, Khilafah Rasyidah yang mampu mengadili Israel dan membebaskan umat manusia dari ketidakadilan dan kebiadaban para negara teroris itu. Kapan? Insya Allah tak lama lagi. Hanya saja, di manakah posisi Anda saat ini, sebagai penonton ataukah pelaku untuk mewujudkannya? [m/z/qv/syabab.com]

Setelah Gaza, Kini Tepi Barat Menderita, Kebrutalan Israel Menewaskan Seorang Pemuda

Friday, 06 February 2009 07:43

Syabab.Com - Israel benar-benar teroris. Sudah membunuh lebih dari 1000 warga di Gaza, teroris Israel juga membunuh warga Muslim di Tepi Barat (West Bank), Palestina. Seorang pemuda berumur 21 tahun yang juga pemimpin salah seorang pemimpin Brigade Al-Quds Jihad Islam dibunuh Israel di Qabatiya, dekat Jenis, Tepi Barat, Kamis, 05/02/09. Gaza dan Tepi Barat sama-sama menderita, lalu di manakah para penolong Gaza dan Tepi Barat? Ke manakah tentara-tentara kaum Muslim di dunia saat ini?

Pemuda itu bernama Ala ad-Din Abu ar-Roub syahid setelah dibunuh pasukan khusus teroris Israel di rumahnya. Saksi mata mengatakan, pasukan teroris Israel mengepung rumahnya, sementara ar-Roub bersiap-siap untuk meninggalkan rumahnya pada pukul 5.30 pagi.

Menurut saksi, pasukan teroris Israel merusak rumahnya, kemudian ar-Roub ditembaki. Jenazahnya dibawa dijauhkan dari keluarganya yang berusaha untuk menolong ar-Roub. Pasukan teroris Israel kembali lagi beberapa saat dan menyerahkan jenazah sang syuhada tersebut ke Bulan Sabit Merah di Jenin, kemudian dibawa ke rumah sakit Khalil Sulaeman. Pihak dokter mengatakan, pemuda tersebut telah ditembak Israel tiga kali di kepala dan dadanya.

Saksi juga mengatakan, pihak zionis Isreal juga menyerang keluarga dan memaksanya untuk meninggalkan rumah mereka. Pihak keluarga Abu ar-Roub mengatakan pasukan teroris Israel dengan semena-mena membantai seseorang ketika Israel mengklaim pasukanya hanya berusaha menangkapnya, tapi kemudian menembakinya.

Tentara teroris Israel di Tepi BaratKebrutalan Israel di Tepi Barat ini seolah Israel tak puas atas tindakan kejinya di Gaza. Di Tepi Barat, pasukan teroris Israel telah menangkap pemuda-pemuda Palestina. Pada hari Selasa, zionis Israel menangkap 12 orang di Kota Nablus, Bethlehem, al-Khalil, dan Jenin tanpa alasan yang jelas.

Pada hari Rabu, seorang pemuda ditangkap dalam bentrokan antara para pemuda Palestina yang menghadapi tentara Israel telah menyerang kota, memblokir lalu lintas di dalam dan di luar. Para pemuda tersebut mengandalkan bebatuan berhadapan dengan tentara Israel. Taufiq Qabha mengatakan pasukan Israel menembakkan gas air mata berhadapan dengan para pemuda tersebut. Dia mengatakan Ziyad Qabha telah ditangkap.

Di Ramalah, tentara Israel menangkap lima orang warga Palestina di sebuah desa di dekat kota Ramalah, Rabu pagi. Saksi mengatakan, pihak teroris Israel menyerbu desa Bil’in dan menggeledah sejumlah rumah sebelum menculik Haytam Abu Rahmah, saudaranya Ali, Husam Hamad, Qasim Hamad, dan Fahd al-Khatib. Mereka dibawa ke tempat tersembunyi.

Derita demi derita terus dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina. Persoalan Palestina bukanlah persoalan bangsa Palestina, bukan pula persoalan Hamas atau Fatah. Persoalan Palestina adalah persoalan kaum Muslim. Di tengah-tengah jeritan Muslim Palestina yang menanti pasukan perang dari neger-negeri Islam, teroris Israel terus melakukan tindakan brutalnya. Tak puas membunuh lebih dari 1000 warga di Gaza serta memporakporandakan kota tersebut, kini Israel pun mengancam Tepi Barat.

Seorang pemuda ditangkap tentara teroris IsraelPenangkapan oleh pasukan Israel ini bukanlah pertama kalinya, mereka kerap kali menahan para pemuda, menyerbu dan menggeledah rumah-rumahnya. Pasukan Otoritas Palestina (PA) pun diam, apalagi setelah penguasanya lebih memilih berjabat tangan dengan AS dan Israel. Kerap kali, pasukan otoritas Palestina juga ikut menangkap saudaranya sendiri atas perintah komandan AS di tempat itu [baca: Ikuti Titah Amerika, Sekitar 3.000 Para Penyeru Khilafah di Ramalah Palestina Ditangkapi].

Sampai kapan derita saudara Muslim di Palestina ini akan berakhir? Di manakah tentara-tentara perang negeri-negeri kaum Muslim? Mengapa mereka tidak menolong saudaranya yang terus menjerit meminta pertolongan? Bukankah Allah Swt. telah berfirman, “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan terhadap meraka." (TQS. 8: 72).

Sekali lagi, derita ini akan terus terjadi tiada henti, bila kaum Muslim tidak juga bersegera membangun kekuatan seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan generasi setelahnya. Kekuatan umat Islam itu hanya ada dengan tegaknya Khilafah Rasyidah yang akan menyatukan kaum Muslim dan menjadikan Islam sebagai satu-satunya penggerak kehidupan. Sudahkah Anda berusaha untuk menjadi bagian dari generasi yang akan mewujudkannya? [f/mna/syabab.com]

Presiden Rezim Uzbekistan Akan ke Indonesia

Sunday, 08 February 2009 21:14

Syabab.Com - Dikabarkan Presiden Rezim Uzbekitan akan berkunjung ke Indonesia pada tahun 2009 ini. Untuk mempersiapkan kunjungan itu, Menteri Luar Negeri Rezim Uzbekistan Vladimir Norov akan melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 10-13 Febuari 2009. Ini merupakan balasan atas kunjungan Menlu RI Hassan Wirajuda ke Tashkent pada tanggal 13 Mei 2008. Penguasa Uzbekistan termasuk rezim yang tak hentinya melawan Islam dan para pengembannya. Akankah kaum Muslim membiarkan Kekejian Karimov tersebut?


Di samping itu, Menlu Uzbekistan ini akan memimpin delegasi Uzbekistan pada Pertemuan Pertama Komisi Bersama untuk Kerjasama Dwipihak antara Pemerintah RI dan Pemerintah Uzbekistan.

Pertemuan Komisi Bersama tersebut bertujuan untuk memperkuat landasan komitmen kedua negara guna merumuskan langkah-langkah konkret bagi peningkatan kerjasama dwipihak kedua negara dan melakuan evaluasi atas dokumen-dokumen kerjasama dwipihak yang telah ditandatangani.

Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Bersama RI-Uzbekistan yang direncanakan dilaksanakan pada 12 Februari 2009 akan didahului dengan Pertemuan Pejabat Tinggi kedua negara pada 10-11 Februari 2009 yang akan dipimpin oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Departemen Luar Negeri RI dan Deputi I Menteri Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Perdagangan dan Investasi Uzbekistan.

Korban kekejian Karimov dalam tragedi AndijanForum Komisi Bersama kedua negara akan membahas upaya peningkatan kerjasama dwipihak di bidang kepabeanan, perdagangan dan investasi, kerjasama dan kemitraan kota bersaudara (sister city) Banda Aceh dan Samarqand, standarisasi, kesehatan, pariwisata, informasi dan komunikasi, perbankan, kerjasama teknik, penanggulangan terorisme, transportasi dan energi.

Selama berkunjung ke Indonesia, Menteri Luar Negeri Uzbekistan juga dijadwalkan untuk melakukan Kunjungan Kehormatan kepada Presiden RI, Ketua MPR RI, Ketua DPR RI dan Sekretaris Jenderal ASEAN.

Kekejaman Karimov

Saat ini Uzbekistan dipimpin oleh penguasa korup yang tangannya berlumuran dengan darah hasil dari kezhalimannya. Ribuan kaum Muslim di negeri tersebut menjadi korban kebiadaban diktator Karimov.
Tragedi Andijan, 13 Mei 2005, takkan terlupakan, di mana ribuan kaum Muslim dibantai di bawah senjata pasukan Karimov.

Sementara penyiksaan dan kekejian terus dilakukan terutama kepada para pengemban dakwah yang menginginkan Islam tegak di bumi Imam Bukhori tersebut. Bahkan tak segan-segan mereka membunuh dan melakukan penganiayaan terhadap para pengemban dakwah tersebut [baca: Kekejaman Karimov di Penjara Uzbekistan].

Kekejian dan penghinaan rezim Karimov juga dilakukan terhadap para wanita Muslimah. Beberapa waktu lalu, kepolisian Tashkent telah menahan 28 wanita karena tuduhan ekstrimisme agama. Mereka melakukan kejahatan yang menghinakan terhadap para wanita Muslimah itu [baca: Muslimah Uzbek Dipaksa Mengakui Kejahatan di Bawah Ancaman yang Menghinakan].

Tentu saja, kaum Muslim yang memahami makna persaudaraan dalam Islam tak rela saudaranya dihinakan. Mereka tak hentinya mengungkap kekejian Karimov, termasuk di London, Inggris. Ratusan Muslimah London menyebut "Karimov pembunuh brutal atas laki-laki, perempuan dan anak-anak". Mereka juga menyampaikan pesan, "Hentikan dukungan Barat terhadap diktator", "Hentikan intervensi Barat di dunia Muslim", "Khilafah: hanya alternatif bagi tirani di dunia Muslim" [baca; Muslimah London Memprotes Penganiayaan Seksual Rezim Karimov Atas Aktivis Muslimah Uzbek].

Jika kezhaliman Karimov telah nyata di depam mata, maka layakkah kaum Muslim berjabat tangan dengannya? [f/z/ant/syabab.com]

Papua Nugini: Antara Gereja dan Poligami

Hidayatullah.com—Dari kejauhan, di jantung Port Moresby, Papua Nugini, sayup-sayup terdengar suara panggilan adzan. Pria dan wanita, nampak berbondong-bondong menuju masjid. Pemandangan ini sungguh agak mencengangkan. Sebab beberapa tahun sebelumnya, mereka masih sangat aktiv pergi ke gereja.

Inilah perkembangan terbaru di Papua Nugini. Di mana sebagian besar orang lebih memilih berdoa di sebuah masjid daripada gereja. Jumlah ini sangat tidak sedikit. Bahkah, semakin hari semakin berkembang.

“Banyak warga Papua Nugini memeluk Islam karena agama ini tidak seperti agama lainnya. Aku telah menjadi mereka, kami merasa nyaman di sana,” ujar seorang imam setempat yang namanya kini beralih menjadi Khalid.

"Amalan Islam jauh lebih mudah daripada agama lain. Dalam agama Islam Anda sendiri khatib. Anda mempelajari bagaimana untuk berdoa,” ujar Khalid yang juga seorang muallaf.

Kenyataan ini sungguh memikat hati pemeluk agama lain yang sebelumnya tidak mengenal Islam. Bagi para muallaf, memilih Islam sangat menyenangkan dan begitu mudah.

"Allah tidak hanya di masjid, tapi dia berada di mana-mana. Jika saya tidak datang ke masjid, saya bisa berdoa di rumah, saya dapat berdoa di bawah pohon dan di mana saja."

Isa Teine, Sekretaris Uumum Komunitas Islam Papua Nugini (PNG) mengatakan, Islam memiliki kesamaan dengan budaya Melanesia.

"Ketika kami menyapa orang kami memeluk mereka. Ini adalah Islam. Kami tidak berjabat tangan dan meninggalkan mereka (pria), sebagian besar dari kami adalah budaya Islam, " kata Isa.

"Poligami adalah Islam. Islam mendorong empat istri. Sebelum Islam datang, orang sudah mempunyai dua, tiga, empat istri. Ini adalah Islam.”

"Jadi ketika agama datang dan berkata, hai kami harus melakukan ini, kami budaya Islam, kita harus melakukan ini dan sangat cocok dengan begitu mudah. Jadi sangat mudah untuk Papua Nugini untuk memeluk agama Islam.

Namun pemimpin gereja negeri itu tak merasa terancam dengan kehadiran Islam. Pastor Yusuf Walters, salah tokoh Kristen setempat mengatakan, mereka tidak merasa terancam oleh pesatnya pertumbuhan Islam.

"Ini adalah bangsa ini sangat kuat dengan Negara Kristen. Perjalanan saya dalam mengkhotbahkan injil di seluruh Negara dan masyarakat umum sangat kuat, sangat gigih, sangat berbakti kepada keyakinan Kristen, “ katanya.

Walters mengatakan, meski kelihatannya Kristen sedang terancam, namun sesungguhnya Kristen bahkan lebih kuat dari sebelum.

20 Tahun

Papua Nugini adalah negeri kecil di bagian timur Indonesia, diapit Australia dan Filipina. Memiliki luas 178.000 mil persegi, merupakan sebuah Negara pegunungan dan hutan. Sebelumnya, negeri ini pernah dikendalikan Belanda, Jerman, dan Inggris secara berturut-turut. Namun kemudian diserahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga mencapai kemerdekaan pada tahun 1975.

Muslim pertama yang tiba di Papua Nugini adalah para buruh kontrak, yang datang ke sana pada 1972, diikuti oleh diplomat dari Malaysia dan Indonesia setelah negara ini merdeka.

Pada tahun 1981, seorang Britania yang kebetukan seorang penduduk permanen di Papua Nugini memeluk agama Islam, dan tahun berikutnya, sejumlah warga asli Papua Nugini mengikuti jejaknya.Tahun 2000, jumlah orang Muslim sudah bertambah mencapai 2.000 orang. Jumlah pemeluk Islam terus bertambah.

Seiring perkembangan Islam, simpati dunia Islam juga bertambah. Tahun 1998 dibangun Pusat Islam atas bantuan Lembaga Dakwah Asia Tenggara yang bermarkas di Malaysia. Pemerintahan Saudi juga mengirimkan Imam.

Hingga saat ini, lebih dari tiga pusat Islam telah berdiri di negeri itu. Dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia, sekarang sebuah masjid sedang dibangun yang memiliki kapasitas 1500 orang. Saat ini, terdapat lebih dari 4.000 pengikut dalam laporan terbaru.

Isa memprediksi, dalam waktu tidak lama lagi Islam akan mendominasi dan “merangkul” negeri itu. “Saya hanya memprediksi dalam 20-30 tahun lagi, semua wilayah Papua Nugini akan menyerahkan kepada Islam." [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

”Pasukan Berseragam Putih” Muncul di Gaza

Para mujahidin menceritakan munculnya"pasukan lain" berseragam putih saat perang Al-Furqan berlangsung. Siapa mereka?


Hidayatullah.com—Serangan 22 hari oleh tentara Israel ke Jalur Gaza masih menyisahkan cerita-cerita menakjubkan. Sebagian orang menilai, itulah ayaturrahman (tanda-tanda kebesaran Allah) di bumi Jihad, Jalur Gaza.

Situs berbahasa Arab, www.islammessage.com, menulis, bahwa seorang mujahidin Al-Qassam menyebutkan bahwa ada sebuah rumah milik keluarga Dardunah, yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais tepatnya di jalan Al Qaram.

Pasukan Israel mendatangi rumah ini, seluruh anggota keluarga diperintahkan untuk duduk di sebuah ruangan, salah satu anak laki-laki diinterogasi, mengenai ciri-ciri para pejuang Al-Qassam.

Laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga pingsan, dan itu terjadi berturut-turut selama tiga hari. Setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam memakai seragam hitam.

Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Seorang warga Palestina, dalam multaqalqasami.com, juga memiliki kisah lain, mengenai "pasukan putih" ini.

Ia mengaku, awalnya, ada seorang sopir ambulan yang dihentikan oleh pasukan Israel dan ditanya, apakah dia dari kelompok Hamas atau dari Fatah? Dan sopir malang itu menjawab. “Saya bukan kelompok mana-mana, saya cuma sopir ambulan”, jawabnya.

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya. “Pasukan yang berpakaian putih-putih di belakangmu tadi, masuk kelompok mana?”. Si sopir pun kebingungan, karena ia merasa tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu”, adalah satu-satunya jawaban yang dimiliki si sopir.

Jadi, siapa pasukan berseragam putih-putih yang senantiasa “menghantui” pasukan Zionis-Israel itu? [tho/islmsg/mltqsmi/www.hidayatullah.com]

 

© Copyright AL-FATIH ZONE 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.