Blogger Themes

News Update :

Dialog Kemungkaran

Selasa, 12 Agustus 2008

Monday, 21 July 2008 23:10
Article Index
Dialog Kemungkaran
Bahaya
Dialog atau Debat?
Dialog atau Debat?
All Pages

Syabab.Com - Konferensi antar agama yang disponsori Arab Saudi telah digelar di Mardid, Spanyol. Untuk kesekian kalinya, negeri kaum Muslim memperbodoh dan menyesatkan diri sendiri dengan mengadakan dialog dengan orang-orang kafir. Seperti biasa, tujuan dari dialog itu untuk mencari kesefahaman atau titik temu di antara agama-agama yang berbeda, khususnya agama samawi. Beberapa kalangan menyebutkan, kejahiliyahan menimpa di kalangan para pemimpin umat Islam dalam kasus ini pemimpin negara Arab sendiri, nampaknya telah makan tuan.

Sponsor Arab

Konferensi yang berakhir pada Jumat (18/7) dihadiri oleh 200 peserta dari berbagai latar belakang agama. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, Sekretaris Jenderal Kongres Yahudi Dunia Michael Schneider dan Kardinal Vatikan Jean-Louis Tauran.

Konferensi antar agama ini digagas oleh Raja Saudi sebagai tindak lanjut pertemuannya dengan Paus Benediktus XVI di Vatikan bulan November 2007 lalu. Isu yang dibahas oleh para peserta diantaranya terkait hubungan antara penganut agama Islam, Kristen dan Yahudi seperti masalah pembatasan jilbab di sejumlah negara-negara Eropa, kasus-kasus pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad Saw dan konflik Israel-Palestina.


Maraknya Geng 'Rusak' Pelajar: Serangan Budaya Barat

Sunday, 20 July 2008 15:51 Syabab.Com - Generasi muda saat ini benar-benar dalam ancaman. Ini dapat terlihat dari maraknya kerusakan moral yang dilakukan oleh anak muda termasuk para pelajar. Kerapkali para kapitalis menggiring pada hancurnya akidah dan perliku generasi muda kita melalui berbagai ajang. Tidak ketinggalan anak muda itu berkerumun dalam ganster-gangster yang merusak, mulai dari 'geng pelajar', cheers, hingga geng Nero.

Seperti di Yogyakarta, menurut Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Drs Agus Sukamnso Msi, menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan memang ditemukan ada `gang pelajar` di Kota Yogyakarta yang ditengarai sering melakukan kegiatan yang menganggu masyarakat seperti aksi `vandalisme` dan corat-coret fasilitas umum.

"Kami akan perketat pengawasan dan pembinaan terhadap `gang pelajar` di Kota Yogyakarta karena gang seperti ini dapat mengarah kepada tindakan anarki," katanya.

Pihak Poltabes Yogyakarta sendiri akan memperketat pengawasan terhadap `gang pelajar` di Kota Yogyakarta dan melakukan pembinaan untuk mengantisipasi merebaknya kasus kenakalan pelajar.

"Kami akan terus melakukan pemantuan bersama dengan Dinas Ketertiban termasuk razia di tempat permainan atau pada jam-jam sekolah maupun usai pulang sekolah," lanjutnya lagi.

Bukan Hanya Masalah Narkoba

Ya, Kehancuran generasi muda bukan hanya pada persoalan penyalahgunaan narkoba atau tawuran. Namun lebih dari itu maraknya gaya hidup 'rusak' yang mencengkram generasi kita yang berbalut kapitalisme. Mulai dari konser-konser musik dan ajang kompetisi yang disponsori oleh perusahan-perusahaan untuk meraup untung. Kerapkali kebrutalan, minum-minuman keras, kehidupan campur baur, eksplitasi wanita, menjajakan aurat bak hewan hingga perilaku seks bebas kerap kali muncul dari sini.

Bahayanya lagi dari semua itu adalah berawal dari penyelewengan akidah yang berujung pada perilaku generasi muda kita menyimpang dari ajaran yang berasal dari Tuhan, Pencipta manusia itu. Termasuk di dalamnya persoalan pergaulan bebas yang kini marak di kalangan anak muda atau juga kehidupan campur baur dan ekspolitasi para pemudi Muslim.

Mengapa masalah penyalahgunaan narkoba dipersoalkan sementara penyalahgunaan pemenuhan naluri seksul generasi kita dianggap biasa?

Serangan Barat

Tak dapat dipungkiri lagi, generasi muda terutama pemuda muslim saat ini tengah diserang secara brutal oleh para agen-agen Barat dengan gaya, pemikiran dan tingkah laku ala mereka. Barat tahu persis, serangan berupa budaya (ghozwul tsaqafi) ini harus terus digencarkan untuk menjauhkan generasi muslim dari Islam itu sendiri.

Lihat saja hancurnya sebagian generasi muda kita, tampak di jalan-jalan maupun di mal-mal mereka sudah tak mengindahkan lagi Islam. Para gadis Muslimah dengan tanpa merasa berdosa membuka aurat dengan pakaian yang seadanya. Tak jauh beda, gaya mereka seperti orang Barat yang jelas-jelas bukan Islam. Sementara laki-laki dan perempuan bukan suami istri berdua-duaan tanpa mahram, tak merasa bahwa perbuatan itu merupakan perbuatan hina dan nista.

Sementara, acara-acara televisi tiap hari menggiring anak muda kita dengan gaya hedonis, permisiv, dan sekularis. Hubungan laki-laki dan perempuan di luar nikah terus menerus dikampanyekan melalui acara-acara 'reality show' remaja, hingga sinetron.

Berbagai ajang kompetisi 'rusak' pun digelar bagi kalangan anak muda demi kepentingan para kapitalis dan sekularis. Mulai dari pencarian idola 'palsu', kompetisi kecantikan, hingga ajang-ajang musik hanya mengarahkan generasi muda kita pada jurang kehinaan.

Di sekolah, yang diharapkan mampu mendidik generasi muda ternyata tak bisa apa-apa. Bahkan seringkali ajang-ajang kerusakan itu bermula dari sekolah. Bagaimana tidak, jiwa sekularisme telah ditanamkan melalui jalur pendidikan. Dengan pelajaran agama yang dua jam saja, mana mungkin membentuk kepribadian generasi kita yang Islami. Ditambah lagi, mereka secara brutal diserang dengan gaya-gaya Barat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Demikian pula kegiatan-kegiatan berbalut kreativitas dan seni seperti band, cheerleader, hingga dance legal di sekolahan. Apalagi ketika para kapitalis mendorongnya dengan berbagai ajang kompetisi dari kegiatan tersebut. Sebagian pihak sekolah merasa bangga, ketika sekolah mampu mengirimkan perwakilan cheerleader atau dance dalam sebuah ajang kompetisi. Apa sebenarnya yang dibanggakan dari aktivitas penuh maksiyat itu? Apakah kegiatan cheerleader dan dance itu tidak menimbulkan kemaksiyatan ketika para gadis Muslimah menjadi tontotan dengan mengumbar aurat? Lalu mengapa cheerleader dan dance menjadi salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah?

Islam Bukan Sekularisme

Siapakah yang bertanggung jawab atas kerusakan moral generasi muda kita saat ini? Tentu saja semua pihak, mulai dari setiap individu, keluarga, pihak sekolah, aparat hingga institusi negara. Bila sekularisme terus dibiarkan dalam kehidupan kita dan semua komponen tadi ikut serta menjamurkannya, maka demikianlah hancurnya generasi muda kita. Tinggal menunggu massa saja suatu saat, Allah Swt. Rabb Yang Mahakuasa, Pencipta Alam Raya ini menurunkan azab-Nya, naudzubillahi min dzalik.

Jika kita takut kepada Dia, Pencipta Alam Semesta ini maka mau tidak mau kaum Muslim harus berdiri untuk kembali kepada Islam, menyelamatkan generasi mereka dengan Islam bukan dengan sekularisme yang rusak itu. Semua pihak, mulai dari pembinaan ketakwaan individu hingga kontrol sosial masyarakat dengan halal dan haram menjadi tolok ukur. Tak lupa juga, peranan institusi Negara sudah saatnya kembali kepada tatanan syariah bukan pada sekularisme. Kapan? Tentu saja mulai saat ini juga. [z/m/ant/syabab.com]

Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Mulai Isra' Mi'raj hingga Keruntuhan Khilafah

Tuesday, 29 July 2008 10:33

Syabab.Com - Tahukah kamu ternyata di bulan Rajab ini terdapat beberapa peristiwa penting yang bersejarah bagi kaum Muslim. Mulai dari Isra' wal Mi'raj, pembebasan al-Quds hingga dibubarkannya institusi pemersatu umat Islam, Khilafah. Kamu tahu apa itu Khilafah? Oke deh berikut ceritanya...

Di samping terdapatnya peristiwa isra' wal mi'raj, yakni diperjalankannya Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina (isra) selanjutnya dari sana Rasulullah diberangkatkan ke Shidratul Muntaha (langit). Selain peristiwa tersebut, di bulan Rajab juga terdapat peristiwa Pembebasan al-Quds.

Pada 1099 M, bumi al-Quds (Yerusalem) Palestina jatuh ke tangan pasukan salibis dalam perang salib. Banyak kaum Muslim, baik orang tua, anak-anak dan kaum wanita dibantai oleh pasukan Salibis. Kegelapan berlangsung hingga beberapa tahun hingga muncul seseorang yang akan membebaskan kembali Palestina dari tangan para salibis. Pada tanggal 27 Rajab 583 H, Shalahuddin Al-Ayubi membebaskan bumi al-Quds dengan tanpa sedikitpun perlawanan dari kaum salibis. Berbeda ketika kaum salibis menjarah al-Quds, banyak anak-anak, orang tua, perempuan yang dibantai.

Kaum kafir senantiasa tidak senang dengan kaum Muslim. Mereka mulai bekerja dan merencanakan berbagai upaya untuk melemahkan umat Islam. Hingga akhirnya, pada 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924, seorang pengkhianat, Mustafa Kemal at-Turk, dia keturunan Yahudi Dunama, telah menjadi agen Barat berhasil meruntuhkan Khilafah Islamiyyah (Islamic Caliphate).

Sejak tragedi itu, prahara dan bencana menimpa umat. Kamu lihat aja, umat Islam yang dulunya satu kepemimpinan yang meliputi kawasan dari Spanyol hingga Indonesia, kini terpecah belah menjadi lebih dari 50 negeri. Indonesia dan Malaysia harus terpisah, juga dengan Arab Saudi, Iraq, Kuwait hingga Palestina. Lebih dari 1 juta muslim Iraq dibantai oleh pasukan penjajah Amerika, umat Islam dunia tak melakukan apa-apa. Tidak ada Khilafah, penjarahan, penjajahan, pembantaian, pendudukan menimpa umat ini hingga pembaratan umat termasuk generasi muda Muslim terus berlangsung hingga kini.

Aturan Islam dicampakkan, padahal ia berasal dari Allah Swt. Pencipta Alam Semesta ini. Islam yang lengkap diganti dengan ide sekularisme yaitu ide pemisahan agama dari kehidupan. Agama cuma disimpan di Masjid, sedangkan di dalam kehidupan tidak boleh membawa-bawa agama.

Tak aneh bila banyak umat Islam tidak memahami bahwa Islam itu lengkap. Betul kawan, Islam itu tidak hanya mengatur masalah sholat, zakat atau puasa saja, tetapi juga mengatur segala aspek kehidupan, mulai masuk ke tolilet hingga ke masuk ke negeri orang, termasuk juga membahas Khilafah.

Khilafah merupakan sistem pemerintahan Islam yang khas, yang beda dengan sistem-sistem lainnya yang ada di dunia saat ini. Khilafah bukan sistem federasi, bukan pula monarki (pemerintahan kerajaan), teokrasi (pemeritahan agama), republik atau kekaisaran. Kamu mungkin sudah mengenal beberapa sistem pemerintahan di sekolahan kamu, hanya disayangkan Khilafah tidak pernah ada di kamus sekolahan.

Kini Khilafah sudah dibubarkan. 87 tahun sudah (dalam hitungan hijriyah) Islam dicampakkan, ide asing dipaksakan, bencana dan prahara menimpa. Kemaksiyatan dan kemungkaran merajalela. Ide asing seperti nasionalisme, kebebasan, demokrasi, pluralisme, hak asasi dibela sementara Islam yang berasal dari Tuhan dikebiri. Sampai kapan kita rela berada membiarkan hari-hari kegelapan terus menimpa umat dan generasinya?

Sudah saatnya, kaum Muslim termasuk kamu sebagai generasi muda Islam bangkit, kembali kepada Islam. Hanya itu satu-satunya cara untuk selamat di dunia dan akhirat. Caranya, kenali Islam apa adanya sebagai sebuah deen yang komplit, yang memiliki pandangan hidup dan jalan hidup. Bahwa Islam memandang ada Allah di balik alam semesta ini, Dia Pencipta manusia yang juga telah menurunkan aturan-Nya serta Islam sebagai jalan hidup (way of life) kamu. Amalkan Islam dalam hidupmu. Selanjutnya berjuang bersama barisan dakwah untuk mendakwahkan agama ini ke teman-teman kamu hingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Insya Allah Khilafah akan kembali karena hal itu telah dijanjikan Allah Swt. dalam al-Quran:

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An-Nuur 55).

So, bersegeralah berjuang untuk Islam sebagai timbangan kebaikan dengan izin Allah. Kapan? Saat ini juga! [lefleatrajab/syabab.com]

Rejim AS Berusaha Melanggengkan Keberhasilan Tragedi Rajab

Saturday, 26 July 2008 07:59

Syabab.Com - Tanggal 28 Rajab 1342 H atau bertepatan dengan 3 Maret 1924 M, mengingatkan umat Islam tentang keberhasilan Rejim Inggris dan Rejim Perancis menghancurkan Daulah Khilafah. Mereka dari dulu tanpa jemu-jemu berusaha untuk menghancurkan institusi pemersatu kaum Muslim sedunia tersebut. Akhirnya dengan berbagai cara yang mereka tempuh telah berhasil melenyapkan Khilafah.

Usaha mereka dimulai dengan perang kebudayaan (ghazwuts tsaqafah), diikuti dengan serangan missionaris (ghazwut tabsyiriyyah), barulah diteruskan dengan perang yang sesungguhnya secara fisik melalui berbagai penjajahan di negeri-negeri Muslim. Dengan memperalat para misionaris Kristen, gerakan Zionis dan juga agen baru mereka yaitu Mustafa Kemal sang pengkhianat umat, maka Daulah Khilafah berhasil dihancurkan.

Setelah Daulah Islam berhasil dihancurkan, mereka tidak berhenti sampai di sini, mereka malah terus berusaha untuk memasikan kelestarian keberhasilan mereka ini dengan berbagai program pembaratan (westernation). Hasilnya mereka berhasil memecah belah masyarakat Turki kepada 3 bagian, yaitu:

  1. Golongan tentara, yakni mereka yang menjaga keluhuran sistem sekular;
  2. Golongan para politisi, mayoritas mencintai Islam, tetapi terpaksa mengakui pandangan umum tentang sekularisme dan ditekan oleh tentara;
  3. Golongan rakyat, yang kebanyakan dari mereka sudah menyadari kemuliaan mereka hanya dapat dicapai dengan Islam bukannya dengan sekularisme. Golongan ini sejak awal telah menyerahkan mandat mereka kepada para politisi partai yang cenderung kepada Islam.

Namun demikian, peristiwa yang terjadi di Negara Sekular Turki tak dapat dipisahkan secara langsung dengan peranan negara Barat yang telah menghancurkan Khilafah terlebih dahulu. Selepas perang dunia kedua, rejim Amerika Serikat mendominasi dunia dan meninggalkan rejim Inggris Raya di tangga kedua super power dunia. Dari sini, tibalah giliran AS untuk mengambil alih tugas-tugas durjana membasmi kebangkitan Islam di Turki.

Berita berbahasa Turki menyebutkan tentang usaha rejim AS untuk menjatuhkan masyarakat Turki dari Islam dan menggantikannya dengan Kristen. Sebagaimana surat kabar berbahasa Turki, Jeims Glas, begitu juga Penasihat Diplomatik AS dalam sebuah ceramahanya di Yayasan Washington mengatakan, "hingga kini Pemerintah AS tidak melepaskan Turki secara sepenuhnya".

Menurutnya walapun hasil dari poling yang dilakukan oleh Yayasan Piyo menyebutkan, bahwa masyarakat Turki memiliki pandangan negatif terhadap rejim AS, namun hal ini bukanlah bermakna pemerintah AS telah meninggalkan Turki. Memang beberapa waktu yang lalu Yayasan Piyo melakukan poling yang hasilnya mayoritas masyarakat Turki membenci Rejim AS dan Bush. Namun ingatlah bahwa ada gerakan Islam yang sungguh-sungguh menyeru penyatuan kembali negeri-negeri kaum Muslim yang terpecah belah akibat kebijakan devide and rule oleh rejim penjajah dulu. Sekularisme pasti akan hancur serta Khilafah pasti berdiri pada suatu saat nanti, sebagaimana janji Allah dan Rasul-Nya. [f/myk/syabab.com]

Menag: Umat Islam Digembosi Oleh Umat Islam Sendiri

Wednesday, 06 August 2008 08:13

Syabab.Com - Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengakui kualitas keimanan umat Muslim di tanah air sedang menghadapi penggembosan dari dalam sendiri, sehingga perlu dihadapi dengan serius. Perlawanan harus dilakukan dengan serius, kata Maftuh di Kendari, Selasa (05/08). Kita pun mengakui, serangan terhadap Islam saat ini sedang terus dilakukan. Pelakunya, diantaranya masih umat Islam sendiri.

Menurut Maftuh, dewasa ini ada orang Muslim yang belajar di negara tertentu berupaya menunjukkan jati dirinya sebagai orang cerdik padai. Cara yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah memberikan argumentasi yang seolah-olah rasional terhadap hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan para ulama.

Ia mencontohkan ada pendapat yang di luar kesepakatan itu berupa pelaksaan ibadah haji yang dapat dilakukan setiap bulan. Padahal soal ibadah haji itu hanya dapat dilakukan setahun sekali dan waktunya pun sudah ditentukan, antara 1 Syawal sampai 9 Zulhijah.

Contoh lain yang disuarakan kelompok orang yang disebutnya sudah "keblinger "itu adalah soal membolehkan adanya perkawinan sejenis. Menurut Menteri Agama, pendapat tersebut jelas tak bisa diterima oleh penganut agama Islam kendati mereka juga menjunjung Hak Azasi Manusia.

Pendapat menyimpang ini sangat disayangkan berasal dari umat Islam sendiri, yang ketika kecil belajar di pondok pesantren di kampung namun ketika di luar negeri ingin tampil beda dengan membuat pernyataan menyimpang.

Orang semacam itu juga ada dan pernah menduduki jabatan tinggi di salah satu instansi pemerintah, kata Maftuh.

Sebuah Ulasan: Program Sarjana Bayaran

Apa yang dikatakan oleh Menteri Agama, memang benar adanya. Saat ini banyak muncul beberapa orang yang dianggap intelek dari kalangan Muslim tetapi membawa ajaran liberal atas nama Islam. Seperti dikatakan Menag, rata-rata mereka didengungkan oleh orang-orang yang telah dididik di luar negeri.

Mengapa mereka ketika mereka sudah belajar di luar negeri malah membuat pernyataan yang menyimpang dengan ajaran Islam? Adakah pencucian otak telah bekerja di luar negeri? Namun yang jelas, Barat mengerti betul bahwa saat ini Islam telah menjadi ancaman bagi Barat, baik dari segi hosility (permusuhan) maupun dari segi capability (kemampuan).

Dari segi hostility sangat jelas bahwa Islam bertentangan dengan ideologi kapitalisme yang diemban Barat. Bagaimana Islam tidak dikatakan sebagai musuh, ketika Islam sebagai ideologi sangat bertolak belakang dengan ideologi kapitalisme? Seperti misalnya, perbedaan yang sangat tajam dalam persoalan ekonomi. Di dalam Islam tidak bisa barang milik umum dikuasai oleh seseorang atau sekelompok orang. Bandingkan dengan pandangan Kapitalisme yang tidak mengenal pembagian kepemilikan sehingga siapa yang punya uang, maka gunung pun dapat dimiliki.

Saat ini, kesadaran terhadap Islam semakin tinggi. Berarti tingkat persinggungan antara ideologi Islam dengan Kapitalisme akan semakin terasa. Tak aneh bila Barat menganggap Islam sebagai musuh baru. Untuk menanggulangi ini, perlu kiranya umat Islam dilunakkan sehingga persinggungan Islam dengan Kapitalisme tidak terlalu kentara.

Untuk melakukan hal ini, Barat tidak perlu repot-repot terjun ke negeri-negeri Muslim mengajarkan ajaran non Islam. Cukup dengan menyimpan para agen-agen mereka untuk membawakan ajaran Islam yang telah disesuaikan dengan kepentingan mereka. Dari sini kita dapat mengerti, mengapa banyak dari kalangan kaum Muslim sendiri malah berfikiran liberal walaupun dipoles dengan nama Islam. Tentu saja bagi Barat keberadaan para 'pemikir Islam ala Barat' ini sangat membantu untuk meredam persinggungan Islam dengan Kapitalisme. Sebagian Muslim di Barat menyebut mereka itu sebagai "para sarjana bayaran". [f/m/ant/syabab.com]

Rezim Mesir Menangkap Para Pemimpin Ikhwanul Muslimin

Monday, 04 August 2008 09:13

Syabab.Com - Pasukan keamanan rezim Mesir telah menahan 10 pemimpin oposisi Ikhwanul Muslimin pada Sabtu (02/03) di kota Mansura di Delta Nil, kata gerakan itu. Sebagian besar dari tahanan itu adalah anggota kantor administratif Ikhawanul Muslim di gubernorat Dakahlia, yang mana Mansura adalah ibukotanya, gerakan itu mengatakan dalam satu pernyataan di situs Internetnya.


Pemerintah Rezim Mesir telah melarang kelompok Islam garis keras itu, tapi secara paradoks Persaudaraan Muslim itu merupakan gerakan oposisi politik yang sangat aktif di Mesir.

Kelompok itu juga memiliki lima anggota di parlemen, yang mencalonkan diri sebagai calon independen untuk menghindari ketidakabsahan partai itu.

Dalam upaya untuk membatasi kekuatannya yang meningkat, pemerintah Mesir dalam beberapa tahun belakangan ini menindak keras secara sistimatis terhadap pemimpin kelompok itu. Mereka (pemerintah) menuntut para pemimpin itu di pengadilan militer dan menangkap ribuan dari pendukungnya.

Kurang dari dua pekan lalu, 39 anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap di provinsi Kafr el-Sheikh di Delta Nil, termasuk tiga anggota kepemimpinan provinsi gerakan itu, demikian seperti dilaporkan dpa.

Rezim Mesri kerapkali melarang berbagai gerakan Islam yang dianggap mengancam kepentingan para penguasa negeri tersebut. Selain para aktivis dari Ikhwanul Muslimin, sejumlah aktivis dari partai politik anti kekerasan, Hizbut Tahrir juga sering ditangkapi. Sementara itu penguasa Mesir malah bermesraan dengan penguasa Israel yang telah menjajah negeri Palestina. [m/ant/syabab.com]

Struktur Daulah Khilafah

Thursday, 31 July 2008 11:36

Syabab.Com - Sudah 87 tahun, umat Islam hidup tidak di bawah naungan Khilafah. Pada 28 Rajab 1342 H, Barat berhasil meruntuhkan Khilafah Turki Utsmani melalui tangan agennya, Mustafa Kemal at-Turk. Generasi Muslim saat ini tidak pernah menyaksikan bahkan merasakan sedikitpun puing-puing sistem pemerintahan Islam tersebut. Sementara itu, ide-ide asing yang bertenangan dengan Islam terus menerus dipaksakan kepada umat ini. Untuk memberikan gambaran tentang Sistem Khilafah, berikut kami sajikan secara berseri Struktur Daulah Khilafah. Silahkan sahabat Muslim semua dapat men-download-nya.

Secara rinci struktur negara Khilafah tersebut adalah:

  1. Khalifah.
  2. Para Mu'awin (Wuzrat at-Tafwidh), yakni para pembantu Khalifah dalam bidang pemerintahan.
  3. Wuzarat at-Tanfidz, yakni para pembantu Khalifah dalam bidang administrasi.
  4. Para Wali (Gubernur).
  5. Amirul Jihad.
  6. Departeman Keamanan Dalam Negeri.
  7. Departemen Luar Negeri.
  8. Departemen Industri.
  9. Peradilan.
  10. Departemen-Departemen Negara untuk Pelayanan Masyarakat).
  11. Baitul Mal (Kas Negara).
  12. Departemen Penerangan.
  13. Majelis Umat.

Untuk men-download-nya silahkan klik pada link berikut ini:

Nantikan juga beberapa struktur bagian lainnya yang dipersembahkan oleh Syabab.Com [media/syabab.com]

Memalukan Di Tengah Gencarnya Seruan Khilafah, Malah Fatah dan Hamas Saling Bunuh, 9 Tewas

Sunday, 03 August 2008 10:10

Syabab.Com - Menyedihkan, di akhir-akhir bulan Rajab, bulan yang penting bagi warga Palestina, karena ada peristiwa isra dan mi'raj, kelompok Fatah dan Hamas saling bunuh. Dilaporkan sekitar sembilan orang tewas dan puluhan warga yang lain terluka dalam pertempuran yang berlangsung di jalan Sabtu antara pasukan kelompok Islam Hamas dan gerakan Fatah yang bersaing di Kota Gaza.


Pertempuran itu, yang berlangsung lebih dari tujuh jam, dipicu pagi hari ketika pasukan keamanan Hamas berupaya untuk menangkap tersangka yang diduga di balik pemboman 25 Juli yang menewaskan lima gerilyawan Hamas dan satu anak perempuan di pantai Gaza.

Hamas menyalahkan pasukan Fatah yang setia pada presiden Palestina Mahmud Abbas atas serangan itu, tapi kelompok sekuler tersebut membantah keterlibatannya. Pada sepekan terakhir kedua belah pihak telah terlibat dalam hujan penangkapan yang dibalas dengan penangkapan yang setimpal.

Hamas mengatakan dua dari orangnya tewas dan pejabat medis Palestina melaporkan dua orang lagi tewas dan sejumlah orang terluka dalam tembak-menembak Sabtu.

Pihak berwenang dan dinas kesehatan Israel di daerah Jalur Gaza terus menambah kesiagaan di tengah kekhawatiran militan akan menembakkan roket di negara Yahudi itu meskipun ada gencatan senjata mulai 19 Juni.

"Seorang anggota polisi Hamas dan seorang anggota Brigade Ezzedine al-Qassam (sayap militer Hamas) tewas" dalam bentrokan itu, kata Hamas.

Seorang pejabat pelayanan darurat Gaza mengatakan dua warga Palestina yang lain tewas meskipun afiliasi mereka tidak diketahui dengan segera, dan lebih dari 60 orang terluka dalam pertempuran itu, termasuk tujuh orang dalam keadaan serius.

Bentrokan itu meletus di sekitar sebuah rumah milik keluarga Helis yang pro-Fatah di lingkungan Shujwa di Gaza. Seorang jurubicara polisi Hamas mengatakan pertempuran berakhir Sabtu siang.

"Operasi telah usai tapi polisi masih merazia sejumlah rumah di daerah itu," kata Islam Shahwan dalam satu pernyataan.

Jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri menuduh anggota keluarga Helis dan sejumlah rekan mereka "menembakkan rentetan mortir pada polisi Hamas dan juga sebuah roket di Kota Gaza" dari dalam rumah di Shujwa.

Beberapa anggota keluarga Helis :bertanggungjawab" atas serangan bom mematikan 25 Juli dan Hamas memutuskan untuk menangkap para tersangka itu, kata Abu Zuhri.

"Ada beberapa penangkapan dan akan ada banyak lagi. Kami telah minta polisi untuk tegas," katanya.

Namun Adel Helis, seorang pemimpin Fatah, membantah bahwa anggota keluarga itu menembak Hamas.

"Ada kebohongan. Kami tidak pernah menembakkan roket atau rentetan mortir. Hamas adalah satu-satunya yang melakukan kejahatan. Kami telah minta semua kelompok Palestina, Islamis dan nasionalis, untuk menggunakan pengaruh mereka agar kejahatan itu berhenti," katanya.

Dua kelompok penting Palestina itu telah sangat terbagi sejak Hamas mengusir pasukan keamanan Abbas dari Gaza dalam sepakan pertempuran jalanan berdarah Juni 2007, membelah wilayah itu menjadi dua entitas yang bersaing.

Abbas sendiri telah menelpon Ahmed Helis "untuk menyampaikan dukungannya dan mengecam serangan Hamas itu", menurut pernyataan kantor Abbas.

Presiden Palestina itu juga mengatakan pada Helis bahwa "serangan Hamas itu telah merusak seruan saya bagi dialog nasional antara kelompok-kelompok Palestina".

Hamas telah menahan lebih dari 300 orang, sebagian besar anggota Fatah, sejak pemboman yang menewaskan lima militan Ezzedine al-Qassam dan satu anak perempuan.

Fatah membalas dengan menangkan sejumlah militan Hamas di Tepi Barat yang diduduki-Israel.

Kedua belah pihak tampaknya di arah yang akan mengakibatkan bentrokan baru Sabtu ketika Hamas menuduh Fatah menculik Mohammed Ghazal, seorang pemimpinnyadi Tepi Barat, dan memperingatkan Abbas ia seharusnya bertanggungjawab.

Keluarga Ghazal mengatakan ia dibebaskan setelah sempat ditahan oleh sejumlah pria bersenjata. Ia telah dibebaskan pada hari Jumat bersama gerilyawan Hamas lainnya yang ditahan di Tepi Barat.

Juga pada Sabtu, Hamas memerintahkan penutupan stasiun radio yang dikaitkan dengan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) di Kota Gaza Sabtu, kata jurubicara Suara Rakyat.

Sementara itu di Tepi Barat, pihak keamanan Palestina menahan belasan orang dari gerakan Islam global tanpa kekerasan Hizbut Tahrir yang akan menggelar seruan penegakkan Khilafah Sabtu (02/08) di Kota Ramalah. Beberapa orang terluka dan dibawa ke rumah sakit. Seorang kameramen televisi dilarang oleh pihak keamanan Fatah untuk merekam peristiwa tersebut.

Gerakan Islam ini telah mengkritik dengan tajam kepemimpinan Fatah moderat tapi tidak menggunakan kekerasan dalam melakukan perubahan dan perjuangannya. Sejak sepekan terakhir, belasan anggota dari Hizbut Tahrir ditahan oleh pihak keamanan Palestina padahal gerakan ini hanya menyerukan penegakkan Khilafah sebagai solusi tuntas atas segala persoalan kaum Muslim saat ini.

Namun yang terjadi sungguh memalukan pertikaian dan saling bunuh malah berlangusng di negeri Isra' mir'raj Rasulullah Saw. tersebut. Terutama saat terjadi saling bunuh antara Fatah dan Hamas. Seruan Khilafah pun seolah tak didengarkan oleh kedua gerakan ini, padahal dengan Khilafah itu, Umar al-Faruq dan Shalahuddin mampu membebaskan Palestina. Sementara di hadapan kini para penjajah terus menjarah. Ini semakin membuktikan potret buram kaum Muslim ketika Khilafah tidak ada. Hanya khilafah yang akan menyelesaikan derita-derita umat ini, suatu saat pasti! [z/ant/syabab.com]

 

© Copyright AL-FATIH ZONE 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.