Blogger Themes

News Update :

^_^ DRACULA VS MUHAMMAD AL-FATIH ^_^

Kamis, 28 April 2011


Abad ke-15 Masehi adalah salah satu abad yang gemilang bagi peradaban kaum muslimin. Pada masa itu kaum muslim di bawah kepemimpinan Khalifah mereka yaitu Muhammad al Fatih berhasil menunaikan janji Rasulullah, yang beliau ucapkan sekitar 800 tahun yang lalu, yaitu menaklukkan kota Konstantinopel yang agung. Sebuah kota yang sangat sulit ditaklukkan. Setelah ditaklukannya kota itu, futuhat kaum muslim berjalan dengan cepat dan memukau menyelimuti daratan Eropa. Nabi bersabda pasukan terbaik adalah pasukan yang menaklukkan Konstantinopel dan komandan terbaik adalah komandan yang memimpin penaklukan Konstantinopel. Sabda Rasul ini menempatkan Muhammad al Fatih dan prajurit Khilafah Islamiyah sebagai komandan dan prajurit terbaik yang pernah ada dalam peradaban umat manusia. Pasukan yang menaklukan Konstantinopel adalah prajurit yang hampir tidak pernah absen solat tahajud, selalu berpuasa sunnah, bersedekah, dan selalu melaksanakan berbagai amalan nafilah lainnya. Begitu juga Al-Fatih sebagai komandannya, beliau dikenal sebagai Khalifah yang tidak pernah meninggalkan solat tahajud sekalipun sejak beliau akil balig. Beliau tidak pernah melihat punggung siapapun saat solat berjamaah di masjid, dengan demikian beliau selalu menjadi imam dan datang tepat waktu. Sungguh luar biasa komandan dan prajurit ini.

Namun pada abad ke-15 pulalah terjadi berbagai peristiwa yang tak kalah memilukan bagi kaum muslim. Salah satu peristiwa itu adalah pembantaian yang dilakukan oleh Dracula terhadap ribuan tawanan prajurit Khilafah. Dracula yang disebut di sini bukanlah vampir penghisap darah dalam khayalan Bram Stoker. Dracula adalah nama sebuah gelar yang disematkan kepada Vlad III Tepes. Seorang penguasa (pada masa itu biasa disebut Voivode) yang memimpin wilayah Wallachia (sekarang wilayah selatan Romania). Gelar Dracula dia dapat dari ayahnya (Vlad II). Gelar ayahnya adalah Dracul (naga), gelar itu didapat ayahnya karena dia adalah anggota Ordo Naga, sebuah ordo ksatria Kristen yang bertugas untuk menahan serangan kaum muslim yang terus bergerak membebaskan Eropa. Gelar Dracul itu kemudian diikuti oleh ulea. Akhiran ulea ini dalam bahasa Romania artinya adalah putra dari. Dengan demikian penggabungan dua kata ini menghasilkan gelar Draculea. Pada perkembangan selanjutnya penyebutannya berubah menjadi Dracula, yang artinya putra sang naga. Vlad III atau Dracula inilah yang hobinya menghukum orang dengan cara memancang (menusuk dari bawah sampai tembus ke atas, kemudian kayu pancang itu ditegakkan, membuat mayat yang tertusuk itu tak ubahnya seperti sate). Ribuan prajurit muslim syahid dibunuh oleh Dracula dengan cara dipancang seperti ini.

Nasib mempertemukan Dracula dan Al-Fatih. Masing-masing mereka mewakili keimanan dan kekufuran. The Chronicles of Draculesti mengisahkan tentang pertemuan dan jalan mereka. Mereka tumbuh bersama pada awalnya, namun mereka mengambil jalan yang berbeda. Novel fiksi sejarah Islam ideologis pertama ini berhasil menggambarkan betapa santun dan memukaunya jihad pasukan Khilafah Islam, betapa mengagumkannya penaklukan Konstantinopel, dan betapa kejinya kaum kafir ketika mereka berkuasa. Novel ini berhasil memberikan gambaran betapa agungnya Islam dan betapa besarnya Khilafah Islamiyah yang akan segera berdiri kembali tak lama lagi, meraih kembali kegemilangan yang sudah pernah terjadi, bahkan meraih sesuatu yang lebih dari itu. The Chronicles of Draculesti adalah sebuah serial yang mendebarkan.

(Kisah nyata Dracula dan Alfatih kini dikisahkan kembali dalam fiksi ideologis islam : The Cronicles of Draculesti, karya Sayf Muhammad Isa. Yang diterbitkan oleh: DRISE Publishing)





Dukungan Warga AS Terhadap Perang Afganistan Turun Drastis

Sabtu, 22 Januari 2011

Sebuah jajak pendapat terbaru menunjukkan dukungan rakyat Amerika terhadap perang Afghanistan telah menurun ke tingkat terendah sejak Presiden Barack Obama berkuasa.

Survei yang dilakukan oleh Quinnipiac University menunjukkan bahwa mayoritas responden percaya bahwa AS seharusnya tidak terlibat di Afghanistan.

Tingkat dukungan dalam survei telah menurun menjadi 41 persen, hal ini jauh di bawah puncak 59 persen pada tahun lalu.

Sementara itu, Australia dan Inggris telah memperingatkan bahwa tahun 2011 dan 2012 akan menjadi tahun kritis bagi perang Afghanistan, sehingga pasukan pimpinan Amerika akan memiliki masa-masa sulit ke depan di Afghanistan.

Hampir satu dekade sejak invasi pimpinan Amerika di Afghanistan, pasukan asing mengalami masa sulit dengan meningkatnya jumlah pasukan yang tewas.

Menurut angka resmi, lebih dari 3.000 prajurit yang dipimpin AS telah tewas di Afghanistan sejak invasi pimpinan AS pada tahun 2001.

Jajak pendapat itu muncul setelah sebuah laporan terakhir menyatakan bahwa operasi militer pimpinan AS telah menimbulkan lebih dari 100 juta Dollar AS termasuk kerusakan pada properti umum di Afghanistan selatan.

Rakyat Afghanistan juga menyalahkan pasukan asing dan operasi militer mereka untuk kematian warga sipil. Peningkatan jumlah korban sipil telah meningkatkan sentimen anti-AS di wilayah bermasalah.

Gelombang kekerasan datang meskipun kehadiran 150.000 pasukan asing terlibat dalam apa yang disebut
perang terhadap terorisme.

Perang di Afghanistan, dengan korban sipil dan militer di rekor tertinggi, telah menjadi perang terpanjang dalam sejarah AS. (presstv, 18/1/2011)

FOTO Silaturahmi HTI Bersama Ulama dan Tokoh Masyarakat di Jakarta

Jumat, 22 Oktober 2010

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Ahad (17/10) kemarin menggelar Silaturahmi bersama ulama dan tokoh masyarakat. Acara yang digelar di Gedung Balai Pustaka Jakarta ini berlangsung mulai pukul 8 hingga pukul 12. Sedikitnya 1100 peserta yang terdiri dari ulama dan tokoh masyarakat memadati ruangan di gedung Balai Pustaka Jakarta.[]

Ustad Rokhmat S. Labib (DPP HTI) memberi sambutan

Ustad Rokhmat S. Labib (DPP HTI) memberi sambutan

Ustad H.M Ismail Yusanto (Juru Bicara HTI)

Ustad H.M Ismail Yusanto (Juru Bicara HTI)

Para Ulama dan Tokoh Masyarakat mengikuti acara dengan hikmat

Para Ulama dan Tokoh Masyarakat mengikuti acara dengan hikmat

Sedikitnya 1100 peserta memadati ruangan di Balai Pustaka

Sedikitnya 1100 peserta memadati ruangan di Balai Pustaka

Testimoni dari ulama

Testimoni dari ulama

Testimoni dari ulama

Testimoni dari ulama

Testimoni dari ulama

Hizbut Tahrir Skandinavia Akan Menggelar Konferensi Khilafah: Peran Muslim di Barat

Jumat, 01 Oktober 2010


Syabab.Com - Suatu saat Islam akan meliputi ujung timur dan ujung barat bumi ini, demikian telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw. Di tengah-tengah serangan Barat atas Islam, kaum Muslim hari ini bahu membahu bekerja untuk memancarkan cahaya kemuliaan, termasuk di Eropa. Di Semenanjung Eropa Utara, Hizbut Tahrir Skandinavia akan menggelar konferensi tahunan, Ahad, 3 Oktober 2010 di Bella Center, Copenhagen, ibu kota Denmark.

"Kami bermaksud untuk menunjukkan bagaimana kaum Muslim bisa memenangkan penghargaan dan pengakuan dari masyarakat Baratdan bagaimana kita dapat mempengaruhi situasi sehingga Muslim tidak lagi menjadi subjek pencorengan, diskriminasi, dan demonisasi," ujar Chadi Freejah.

Menurut Chadi Freejah, jumlah Muslim di Barat sampai 50 juta. D Eropa sendiri, diperkirakan jumlah Muslim kira-kira dua puluh jutaan. Namun, suara mereka tak didengar. Sementara kita menyaksikan yang lainnya, agama yang jauh lebih kecil dan etnis minoritas di barat, dapat menyebabkan keributan.

"Hal itu jelas terutama ketika hak-hak mereka dilanggar. Hal ini karena minoritas didukung

Peta Skandinavia

Peta Skandinavia

oleh negara yang mengurus urusan mereka, mengadopsi kepentingan mereka dan bekerja menyatukan mereka. Sementara kaum Muslim tidak memilikinya," ujarnya.

Konferensi ini akan membahas beberapa bahasan, diantaranya:
1) Pentingnya kehadiran Muslim di Barat
2) Identitas dan loyalitas Muslim
3) Hubungan Muslim dengan Non Muslim
4) Peran perempuan Muslim
5) Realisasi peran Muslim di Barat.

"Saya berharap konferensi ini menjelaskan bagi Muslimah, jenis-jenis serangan meraka terungkat," kata seorang Muslimah di dalam video promosi konferensi tersebut.

Hizbut Tahrir merupakan partai politik Islam internasional yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam melalui penegakkan Khilafah. Untuk mencapai tujuannya, partai ini tidak menggunakan kekerasan. Kelompok yang lahir dari Al-Quds pada 1953 ini kini telah merambah di lebih 40 negera teramsuk di kawasan Skandinavia. Skandinavia merupakan kawasan di semenanjung Eropa bagian utara yang mencakup Norwegia, Swedia, Denmark, termasuk Finlandia dan Islandia.

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dapat diakses melalui halaman website,http://www.globalkhilafah.com. "Kami sangat senang mengundang semua orang untuk menghadiri konferensi ini, berdoa kepada Allah Swt semoga konferensi ini menjadi petunjuk dan kesempatan untuk bercermain," kata Chadi Freejah. [m/z/f/htdk/syabab.com]

Keamanan Otoritas Hamas di Gaza Lakukan Barbarisme Terhadap Para Pejuang Khilafah

Jumat, 16 Juli 2010


Syabab.Com - Aparat keamanan di Gaza mengerahkan pasukannya ke tempat rapat umum penyeruan penegakkan Khilafah yang diadakan oleh Hizbut Tahrir Palestina di Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi barak militer, Selasa sore, 13/07/2010. Selama kegiatan dakwah tersebut di beberapa masjid, para pemuda Hizbut Tahrir harus berhadapan dengan kekuatan otoritas Gaya yang marah tak biasa, dengan menembakkan peluru ke atas, serta beberapa pemuda dipukuli.

Otoritas yang berada di bawah kekuasaan Hamas ini telah menahan puluhan pemuda partai. Mereka juga melakukan penembakan terhadap kerumunan orang-orang. Seorang perempuan terletak di dekat lokasi terkena tembak, dan dalam keadaan kritis.

Otoritas Hamas tidak hanya menyerang para pemuda tetapi juga orang tua shalih tanpa belas kasihan sehingga mereka cedera, dan mulai menembakkan senjata secara acak sehingga melukai seorang anak yang sampai sekarang masih terbaring di rumah sakit. Otoritas Gaza juga menangkapi banyak para pemuda Hizb secara brutal.

Beberapa tempat dan panggung untuk rapat umum itu telah dibongkar termasuk semua perlalatan yang dipergunakan untuk mengingat keruntuhan Khilafah tersebut. Otoritas Gaza melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap para pengemban dakwah serta agenda dakwah yang menyerukan penegakkan Khilafah yang akan menerapkan Islam tersebut.

Menurut sumber informasi, otoritas Gaza juga berupaya mencegah kegiatan dan mengancam wartawan hadir di lokasi [baca: PCHR dan Wartawan Mengutuk Keras Tindakan Brutal Keamanan Hamas Membubarkan Rapat Umum Hizbut Tahrir, Seorang Remaja Terluka Tembakan]. Ibrahim Sharif, anggota media Hizbut Tahrir, dalam wawancara dengan radio Betlehem memberikan komentar terhadap tindakan Hamas tersebut sebagai tindakan barbarisme.

"Kami di Hizbut Tahrir Palestina menegaskan bahwa apa yang dilakukan otoritas Gaza melawan pendukung Khilafah dan para penolongnya merupakan kejahatan keji, kemungkaran yang besar dan kami meminta tanggung jawab penuh otoritas Gaza." tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi Hizbut Tahrir Palestina.

Penangkapan oleh penguasa Gaza atas para pemuda Hizbut Tahrir ini bukanlah yang pertama kalinya. Pertengahan tahun lalu, pihak keamanan Hamas juga telah menangkap sejumlah besar pemuda Hizbut Tahrir selepas mereka mendistribusikan buletin kritis atas penerimaan Hamas terhadap negara Palestina dengan batas 1967.

Sementara di Hebron, pada hari Selasa, Otoritas Palestina juga menahan 17 pendukung Hizbut Tahrir hari Ahad. Sebuah pernyataan dari kelompok itu mengatakan bahwa penahan mulai dilakukan setelah digelar sebuah kuliah umum di Masjid Al-Umari di kota selatan Idhna Tepi Barat untuk mengingat 89 tahun keruntuhan Khilafah.

Sebuah sumber keamanan Palestina mengatakan mereka ditahan karena menolak mematuhi perintah petugas keamanan. Dalam pernyataannya, Hizbut Tahrir mengumumkan bahwa "tidak akan menghentikan pada kewajiban syariah" meskipun pengejaran oleh pasukan keamanan Otoritas Sekuler Palestina terhadap anggotanya.

Hizbut Tahrir didirikan pada tahun 1953 di Al-Quds, Palestina dan aktif berdakwah di lebih 40 negera untuk melanjutkan kehidupan Islam melalui metode penegakkan Khilafah. Pada bulan Rajab tahun ini, Hizbut Tahrir menggencarkan seruan dakwahnya di berbagai belahan dunia termasuk Palestina. Sejak beberapa hari terakhir ini, kelompok ini mengadakan diskusi dan seminar di masjid-masjid di seluruh daerah di Palestina untuk menyerukan penegakkan Khilafah.

Pada hari Ahad, tanggal 18 bulan ini direncanakan Hizbut Tahrir akan menggelar Konferensi Internasional Media di Lebanon, yang akan mengangkap sikap kritis Hizbut Tahrir atas persoalan regional dan internasional.

Demikianlah, lagi-lagi semua berita ini hanya mengingatkan kita pada sabda Rasulullah Saw.“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?” Rasulullah saw. menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani) [m/f/mna/htpal/syabab.com]

Foto Kekejian Hamas terhadap Pejuang Khilafah









Nicole Kidman : Hollywood Mungkin Beri Andil Terhadap Kekerasan Terhadap Wanita

Kamis, 05 November 2009

Nicole Kidman menyatakan Hollywodd mungkin telah turut memberikan andil pada kekerasan terhadap wanita , dengan menggambarkan wanita sebagai pihak yang lemah dan menjadi objek seksual. Nicole Kidman memberikan keterangan tentang kekerasan terhadap wanita dihadapan House Foreign Affairs subcommittee (Christine Simmons, Associated Press Writer – Wed Oct 21)

Aktris dan pemenang hadiah Nobel itu menyatakan tidak tertarik dengan peran-peran kekerasan seperti itu. Nocile menambahkan industry perfilman telah berusaha memberikan solusi untuk mengakhiri kekerasan ini. Saat ditanya Dana Rohrabacher dari Partai Republik, apakah industry film telah memainkan peran yang buruk. Kidman berkata ‘mungkin’, dan segera menambahkan bahwa dia tidak terlibat.

Kekerasan terhadap wanita tidak bisa dilepaskan dari ideology sekuler. Undang-undang di Amerika Serikat yang diasaskan sistem sekuler menyebabkan pelecehan dan pornografi dapat ditemukan dimana-mana seperti film , majalah dan dunia maya. Terdapat pula pusat-pusat maksiat yang menonjolkan wanita sebagai objek seksual dan alat pemuas seks bagi lelaki.

Di AS , rata-rata 1,3 orang wanita diperkosa setiap menit, seperti yang dilaporkan oleh sebuah organisasi yang bernama The Help Line USA, Inc. [http://www.thehelpline.net/Abused.html]. Sebuah kajian yang dibuat oleh Universiti Rochester mengatakan Negara Paman Sam itu merupakan negara yang paling tinggi angka perkosaan terhadap wanita di kalangan negara maju [http://sa.rochester.edu/masa/stats.php].

Sementara U.S. Department of Justice melaporkan rata-rata seorang wanita diperkosa setiap 2 menit, [laporan ‘Violence against Women’, Bureau of Justice Statistics, U.S. Dept. of Justice, 1994, http://www.paralumun.com/issuesrapestats.htm].

Pada 7 Febuari 2008, Reuters melaporkan sebanyak satu perempat dari jumlah wanita di AS pernah menjadi korban kekerasan fisik , baik oleh suami atau bekas suami mereka, atau oleh teman lelaki atau bekas teman lelaki mereka. Ini diperoleh dari suatu kajian yang dibuat oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika. Laporan CDC juga menyebutkan 1.200 wanita terbunuh dan 2 juta menjadi korban kekerasan fisik setiap tahun di negara itu .

Pantas dipertanyakan kalau aktifis wanita liberal di Indonesia malah sering menyerang syariah Islam. Menuding syariah Islam sebagai bentuk penindasan terhadap wanita. Sebaliknya menyerukan pemikiran liberal untuk menyelamatkan wanita . Padahal di negara kampiun liberal, nasib wanita sangat menyedihkan. Apakah hukum jahiliyah yang kalian inginkan , adakah yang lebih baik dari pada hukum Allah SWT? (FW)


http://hizbut-tahrir.or.id/2009/10/27/nicole-kidman-hollywood-mungkin-beri-andil-terhadap-kekerasan-terhadap-wanita/

Misionaris Berbaju LSM Diusir Warga

HTI Press. Warga Korong Koto Tinggi, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, mengusir misionaris yang melakukan aksinya di wilayah tersebut. “Biarlah kami mati kelaparan daripada aqidah kami diubah,” kata Muslim Nur kepada relawan HTI yang melakukan investigasi ke sana.

Misionaris Kristen ini menggunakan bendera LSM Mitra Sejati dan Samaritan. Koordinatornya bernama Hendri. Ia mengaku dirinya adalah orang Minang dengan suku Sikumbang. LSM itu membagi-bagikan Alkitab yang berjumlah sekitar 180 buah dan mengajak masyarakat masuk Kristen pada Selasa (27/10). ”Mereka kita tangkap. Alkitabnya kita bakar dan sebagian kita berikan ke polisi,” kata Muslim.

Korong Koto Tinggi memang daerah yang terisolasi. Penduduknya kurang lebih 1.800 jiwa. Tak heran bila daerah ini menjadi target kristenisasi.

Menurut warga kepada relawan HTI, ada beberapa modus kristenisasi yang dilakukan selain membagikan Alkitab, yakni membangun ikatan emosional dengan masayarakat melalui bantuan logistik, obat-obatan maupun perencanaan bangunan rumah tempat tinggal; mendekati warga secara individu lalu mengajak doa bersama kemudian diberi uang sebesar Rp 10 ribu-Rp 100 rb; melalui hipnotis kemudian dibaptis; memberikan suntikan kepada anak-anak yang tidak sakit secara paksa ditempat yg sepi kemudian baru dikristenkan; memprovokasi anak-anak yang tidak shalat magrib dengan memberikan 5 buah coklat yang shalat magrib diberi 1 coklat.

Atas kejadian tersebut, Hendri menyatakan minta maaf. Warga tak ingin LSM itu masuk kembali ke daerah mereka. Tapi ada juga LSM sejenis yang menyatakan akan datang kembali dengan cara yang berbeda.

Warga Koto Tinggi berharap kaum Muslim membantu mereka baik kebutuhan logistik seperti bahan makanan dan obat-obatan. Lebih dari itu warga meminta agar ada yang menjaga aqidah mereka dengan membantu menguatkan mereka dalam hal aqidah ini. ”Agar kami tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang ingin merusak aqidah kami,” kata Burhan, pemuka masyarakat setempat. Ardi Muluk


http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/03/misionaris-berbaju-lsm-diusir-warga/

Korban Gempa Buncah, Orang Asing Sebarkan Injil di Padang Pariaman


PADANG PARIAMAN – Masyarakat korban gempa di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat buncah. Pasalnya, sejumlah oknum relawan asing yang datang ke daerah tersebut berkedok memberikan bantuan kemanusiaan namun ditemukan membagi-bagikan kitab Injil kepada warga korban gempa sejak Selasa (27/10/2009) kemarin.

Bahkan, jika ada warga korban gempa yang mau merobah akidahnya secara terang-terangan mereka siap membuatkan rumah permanen. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman saat ini sedang melacak keberadaan oknum relawan asing itu dan sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

“Benar, kami mendapatkan informasi dari warga ada oknum relawan asing yang membagi-bagikan Injil di jalanan, kepada siapa saja mereka bertemu,” ujar Ketua Umum MUI Padang Pariaman, Ustadz Khairuddin ketika dihubungi Sabili via telepon genggamnya, Rabu (28/10/2009).

Dia menyebutkan, masyarakat saat ini resah khususnya mereka yang berada di Kecamatan X Koto Kampung Dalam, Patamuan, V Koto Timur, dan Lubuk Alung. Oknum relawan asing itu membagi-bagikan Injil sementara mereka tahu masyarakat di daerah itu seluruhnya muslim.

“Tindakan oknum relawan asing ini sangat meresahkan masyarakat. Persoalan akidah sangat sensitif di daerah kami,” katanya.

Menurut Ustadz Khairuddin, siang ini tim MUI Padang Pariaman akan turun ke lokasi-lokasi yang disebutkan itu untuk mengecek kebenaran serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan terkait penyebaran Injil kepada warga korban gempa. Jika semua barang bukti itu ditemukan, MUI tidak segan-segan melakukan tindakan tegas dan memprosesnya secara hukum.

“Membantu boleh tapi jangan menyinggung akidah masyarakat kami,” tegasnya.

Ulama Sumatera Barat Buya Bagindo Muhammad Letter sebelumnya juga menerima informasi itu dari beberapa jamaah pengajiaannya di Padang Pariaman. Dia mengimbau kepada para donatur asing yang membantu korban gempa Sumatera Barat untuk benar-benar murni tanpa ada misi lain.

“Kami sangat menyayangkan tindakan oknum donatur asing itu, tapi untunglah akidah masyarakat di Padang Pariaman cukup kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Sumbar Bidang Fatwa Buya H. Gusrizal Ghazahar, Lc, ketika dihubungi Sabili via telepon genggamnya mengaku sudah mendapatkan informasi tentang pembagian Injil itu di Padang Paariaman.

“Ya, saya sudah dengar informasinya. Kalau dalam kondisi seperti ini kita tidak heran, banyak donatur asing berkedok misi kemanusiaan tapi punya misi lain,” tegas Buya Gusrizal.

Namun demikian, dia meminta komitmen tegas pada pemerintah daerah setempat melalui aparatnya untuk mengawasi seluruh aktivitas relawan/donatur asing itu. Sebelumnya, MUI Sumbar telah menyatakan secara tegas jika urusan rehabilitasi mental korban gempa MUI siap melaksanakannnya. Bahkan, puluhan dai/muballig MUI telah turun ke daerah-daerah yang parah terkena gempa.

“Saya sudah tegaskan sebaiknya pemerintah menyetop bantuan-bantuan asing itu jika ada misi lain di baliknya. MUI di seluruh daerah di Sumbar sudah turun ke lapangan untuk persoalan rehabilitasi mental ini,” kata Gusrizal yang juga Dosen IAIN Imam Bonjol Padang.

Jika bantuan-bantuan asing itu tidak diberhentikan, kata Gusrizal, nantinya akan menimbulkan masalah fatal di tengah masyarakat Sumbar yang mayoritas beragama Islam. “Cukup masyarakat Sumbar saja dan masyarakat muslim lainnya di Indonesia yang membantu,” katanya.

Dia mengimbau kepada korban gempa di Sumbar, saat ini masyarakat memang sangat membutuhkan bantuan materi, namun harus tetap hati-hati terhadap segala bantuan khususnya dari asing. Untuk itu masyarakat juga perlu komitmen, meski dalam keadaan susah tidak mudah menggadaikan akidah.

Di samping itu, Buya Gusrizal juga menyinggung soal bantuan dari Israel melalui Pengurus Daerah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta untuk korban gempa Sumbar. Dirinya menyayangkan aktivis HMI mau menerima bantuan itu, dan diminta untuk segera mengembalikannya karena selama ini tidak ada hubungan baik antara muslim Indonesia dengan pihak Israel .

“Kejahatan Israel terhadap Palestina tentu tidak dapat kita maafkan, untuk itu jangan memberikan peluang kepada mereka menginjakkan kaki di Indonesia meski berkedok memberikan bantuan sekalipun,” tegasnya. (Muhammad Subhan, Padang )

sabili.co.id

http://berandalanpuritanberitadanartikel.blogspot.com/2009/10/korban-gempa-buncah-orang-asing.html

 

© Copyright AL-FATIH ZONE 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.