Blogger Themes

News Update :

Republik Kos-kosan

Selasa, 10 Juni 2008

Monday, 26 May 2008 11:17 Oleh: Luthfi Afandi

Syabab.Com - Anak kos memang tidak selalu identik dengan kondisi prihatin, tergantung berapa besar jatah dari ortu. Jika besar, memang mujur. Tapi jika pas-pasan, selamat menikmati keprihatinan. Jika jatah dari ortu tidak cukup hingga akhir bulan, ada kebiasaan yang sering dilakukan anak kos. Pertama, pinjam uang ke teman kuliah yang kondisi keuangannya lebih beruntung. Bulan berikutnya kembali berhutang, hanya berpindah ke teman yang lain, begitu seterusnya. Langkah kedua, jika semua teman sudah jadi 'korban' pinjaman, mulailah asset dijual. Mula-mula gitar, terus rice cooker, lemari pakaian, hingga komputer. Kalau sudah nikah, cincin kawin jadi sasaran. Langkah ketiga, biasanya mulai mengurangi atau menghapus pos pengeluaran penting, seperti bayar SPP, praktikum, buku, dll.

Manajemen anak kos pasti beda dengan manajemen negara. Selain lebih kompleks juga punya konsekuensi besar, karena berhubungan dengan perut jutaan orang, bukan sekadar perut sendiri. Tapi jika manajemen anak kos diadopsi untuk mengurus negara, maka selamat menanti kebangkrutan.

Negara dengan style anak kos, jika merasa tidak mampu (baca: malas) mengelola sumber daya alam dengan baik sehingga berdampak defisitnya anggaran, maka sibuklah sang presiden mencari bantuan (baca: pinjaman) luar negeri yang harus dikembalikan setiap tahun plus dengan bunga. Dalam APBN 2008 saja kewajiban pemerintah untuk bayar hutang plus bunga mencapai Rp 91,365 trilyun. Jika hutang sudah segunung, maka jual asset menjadi 'solusi' berikutnya. Tahun 2008 saja sedang antri sekitar 37 BUMN yang siap dilego ke pasaran, termasuk dijual ke pihak asing tentunya.

Kalau alternatif menjual BUMN pun sudah maksimal, maka tinggal mengurangi hak rakyat. Rakyat sebagai pemilik sumber daya alam dipaksa untuk membeli miliknya sendiri, maka subsidi BBM pun perlahan tapi pasti akan dicabut total, alias harganya dinaikkan. Alasannya, jika BBM dijual ke rakyat dengan subsidi, tentu tidak menguntungkan dan pasti menambah beban. Tapi kalau dijual ke orang lain (baca: asing) tentu lebih menguntungkan. Logika ini persis seperti anak tukang bakso yang minta 1 porsi ke Sang Ayah. Lalu Ayahnya bilang, "Nak, bakso ini dibuat untuk dijual, bukan untuk kita makan. Kalau kamu mau makan bakso ini silahkan, tapi harus bayar seperti orang lain. Daripada kamu makan, lebih baik Ayah jual saja".

Walhasil, jika mengelola negara sesederhana manajemen anak kos, maka tentu kabinet ekonomi tidak perlu kuliah jauh-jauh mengejar gelar PhD di Barkeley misalnya, serahkan saja ke mahasiswa tingkat I, cukup digaji untuk bayar biaya kos plus makan di warteg tiga kali sehari, selesai masalah! [opini/syabab.com]

Insiden Monas dan Pecah Belah Ala RAND Corporation

Wednesday, 04 June 2008 16:06

(Civil Democratic Islam, Parters, Resources, and Strategies; By Cheryl Benard)

Syabab.Com - Upaya politik adu domba di negeri ini mulai nampak. Terutama setelah terjadinya insiden Monas. Pembagian umat Islam menjadi radikalis dan kaum moderat menguak di beberapa media. Demikian juga suara kaum liberalis yang mengatasnamakan ham, pluralisme dan kebebasan bak pahlawan. Sedangkan para aktivis Islam dilabeli radikal. Skenario global asing dalam memecahbelah umat Islam di negeri ini semakin nyata. Tujuannya tiada lain untuk melenyapkan Islam di muka bumi ini. Karena Islam telah menjadi ancaman bagi Amerika, baik secara hostility maupun capabilty-nya. Berikut sebuah analisis politik adu domba ala Rand Corporation. [Pengantar Redaksi]

Adanya politik adu domba di balik insiden Monas semakin menguat. Pernyataan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak melibatkan NU menyusul insiden Monas 1 Juni. “NU akan memberikan sanksi kepada siapa pun yang melakukan provokasi,” tegasnya.

Hasyim menyesalkan penggunaan dan pelibatan nama NU dan kelompok NU dalam masalah ini. “Karena relevansinya tidak ada antara NU dan Monas, NU dan FPI. Tapi, kenapa lalu ditulis korban itu adalah orang NU?” ujar Ketua PBNU Hasyim Muzadi dalam pernyataan tertulis pada detikcom, Selasa (3/6/2008).

KH Hasyim Muzadi juga mengingatkan pelibatan orang-orang NU yang menjadikan NU sebagai pihak yang juga terlibat dalam bentrok fisik itu. “Ini tidak boleh terjadi dan harus dicegah. Bentrok fisik sangat merugikan. Kita ingin menyelesaikan masalah Monas, bukan memperluas masalah itu,” tegasnya.

Upaya mengadu domba antara NU dan ormas Islam lain seperti FPI memang sangat terasa. Tampak dari reaksi warga NU diberbagai daerah yang mendatangi markas FPI. Konflik horizontal pun dikhawatirkan meluas di daerah-daerah.

Tidak hanya itu , perluasan insiden Monas juga tampak dari upaya membangun opini seakan-akan lasyar Islam menyerang kelompok memperingati hari kesaktian Pancasila. Serangan ini dianggap ancaman terhadap Pancasila, ideologi negara, dan pada gilirannya dianggap merupakan ancaman terhadap negara.

Upaya adu domba yang konflik horisontal ini tidak bisa dilepaskan dari grand-strategi negara-negara Imperialis untuk menghancurkan umat Islam dan kekuatan Islam. Untuk itu, negara-negara Imperialis seperti AS memanfaatkan LSM-LSM komprador yang menjadi kaki tangannya untuk memprovokasi konflik.

Campur tangan asing tampak dari kecaman kedubes AS terhadap insiden Monas. Kedubes AS di Indonesia mengeluarkan siaran pers yang mengutuk aksi kekerasan oleh FPI. AS menilai, aksi itu berdampak serius bagi kebebasan beragama dan dapat menimbulkan masalah keamanan. Namun, pernyataan Kedubes AS itu dinilai anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto, sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri. ”Itu tidak etis. Bahasa kasarnya intervensi. Seakan-akan pemerintah kita yang lemah,” katanya.

Grands strategi ini bisa terlihat dengan jelas dari rekomendasi Rand Corporation yang merupakan think-thank neo-conservative AS yang banyak mendukung kebijakan Gedung Putih. Dalam rekomendasi Cheryl Benard dari Rand Corporation yang berjudul CIVIL DEMOCRATIC SILAM , PARTERS ,RESOURCES, AND STRATEGIES secara detil diungkap upaya untuk memecah belah umat Islam.

Strategi: Pecah Belah Kelompok Islam

Langkah pertama melakukan klasifikasi terhadap umat Islam berdasarkan kecendrungan dan sikap politik mereka terhadap Barat dan nilai-nilai Demokrasi.

Pertama: Kelompok Fundamentalis : menolak nilai-nilai demokrasi dan kebudayaan Barat kontemporer. Mereka menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan Hukum Islam yang ekstrem dan moralitas. Mereka bersedia memakai penemuan dan teknologi modern untuk mencapai tujuan mereka.

Kedua: Kelompok Tradisionalis: ingin suatu masyarakat yang konservatif. Mereka mencurigai modernitas, inovasi, dan perubahan.

Ketiga: Kelompok Modernis : ingin Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikannya dengan zaman.

Keempat: Kelompok Sekularis : ingin Dunia Islam untuk dapat menerima pemisahan antara agama dan negaradengan cara seperti yang dilakukan negara-negara demokrasi industri Barat, dengan agama dibatasi pada lingkup pribadi.

Strategi Belah Bambu dan Adu Domba

Setelah membagi-bagi umat Islam atas empat kelompok itu, langkah berikutnya yang penting yang direkomendasi Rand Corporation adalah politik belah bambu. Mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain, berikutnya membentrokkan antar kelompok tersebut. Upaya itu tampak jelas dari upaya membentrokkan antara NU yang dikenal tradisionalis dengan ormas Islam yang Barat sering disebut Fundamentalis seperti FPI, HTI, atau MMI.

Hal ini dirancang sangat detil. Berikut langkah-langkahnya :

Pertama: Support the modernists first (mendukung kelompok Modernis)

  • Menerbitkan dan mengedarkan karya-karya mereka dengan biaya yang disubsidi.
  • Mendorong mereka untuk menulis bagi audiens massa dan bagi kaum muda.
  • Memperkenalkan pandangan-pandangan mereka dalam kurikulum pendidikan Islam.
  • Memberikan mereka suatu platform publik
  • Menyediakan bagi mereka opini dan penilaian pada pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dari interpretasi agama bagi audiensi massa dalam persaingan mereka dengan kaum fundamentalis dan tradisionalis, yang memiliki Web sites, dengan menerbitkan dan menyebarkan pandangan-pandangan mereka dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, dan sarana yang lainnya.
  • Memposisikan sekularisme dan modernisme sebagai sebuah pilihan “counterculture” bagi kaum muda Islam yang tidak puas.
  • Memfasilitasi dan mendorong kesadaran akan sejarah pra-Islam dan non-Islam dan budayannya, di media dan di kurikulum dari negara-negara yang relevan.
  • Membantu dalam membangun organisasi-organisasi sipil yang independent, untuk mempromosikan kebudayaan sipil (civic culture) dan memberikan ruang bagi rakyat biasa untuk mendidik diri mereka sendiri mengenai proses politik dan mengutarakan pandangan-pandangan mereka.

Kedua, Support the traditionalists against the fundamentalists (Mendukung kaum tradisionalis dalam menentang kaum fundamentalis). Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :

  • Menerbitkan kritik-kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstrimisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kaum tradisionalis dan fundamentalis.
  • Mencegah aliansi antara kaum tradisionalis dan kaum fundamentalis.
  • Mendorong kerja sama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan kaum modernis.
  • Jika memungkinkan, didik kaum tradisionalis untuk mempersiapkan diri mereka
  • untuk mampu melakukan debat dengan kaum fundamentalis. Kaum fundamentalis
  • secara retorika seringkali lebih superior, sementara kaum tradisionalis melakukan praktek politik „Islam pinggiran” yang kabur . Di tempat-tempat seperti di Asia Tengah, mereka mungkin perlu untuk dididik dan dilatih dalam Islam ortodoks untuk mampu mempertahankan pandangan mereka.
  • Menambah kehadiran dan profil kaum modernis pada lembaga-lembaga tradisionalis.
  • Melakukan diskriminasi antara sektor-sektor tradisionalisme yang berbeda. Mendorong orang-orang dengan ketertarikan yang lebih besar atas modernisme, seperti pada Mazhab Hanafi, lawan yang lainnya. Mendorong mereka untuk membuat isu opini-opini agama dan mempopulerkan hal itu untuk memperlemah otoritas dari penguasa yang terinspirasi oleh paham Wahhabi yang terbelakang. Hal ini berkaitan dengan pendanaan. Uang dari Wahhabi diberikan untuk mendukung Mazhab Hambali yang konservatif. Hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan. Bagian dari Dunia Islam yang lebih terbelakang tidak sadar akan kemajuan penerapan dan tafsir dari Hukum Islam.
  • Mendorong popularitas dan penerimaan atas Sufisme

Ketiga, Confront and oppose the fundamentalists (Mengkonfrontir dan menentang kaum fundamentalis). Langkah-langkahnya antara lain :

  • Menentang tafsir mereka atas Islam dan menunjukkan ketidak akuratannya.
  • Mengungkap keterkaitan mereka dengan kelompok-kelompok dan aktivitas-aktiviats illegal.
  • Mengumumkan konsekuensi dari tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
  • Menunjukkan ketidak mampuan mereka untuk memerintah, untuk mendapatkan perkembangan positif atas negara-negara mereka dan komunitas-komunitas mereka.
  • Mengamanatkan pesan-pesan ini kepada kaum muda, masyarakat tradisionalis yang alim, kepada minoritas kaum muslimin di Barat, dan kepada wanita.
  • Mencegah menunjukkan rasa hormat dan pujian akan perbuatan kekerasan dari kaum Fundamentalis, ekstrimis dan teroris. Kucilkan mereka sebagai pengganggu dan pengecut, bukan sebagai pahlawan.
  • Mendorong para wartawan untuk memeriksa isu-isu korupsi, kemunafikan, dan tidak bermoralnya lingkaran kaum fundamentalis dan kaum teroris.
  • Mendorong perpecahan antara kaum fundamentalis.

Keempat, Secara selektif mendukung kaum sekuler:

  • Mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama, mematahkan aliansi dengan kekuatan-kekuatan anti Amerika berdasarkan hal-hal seperti nasionalisme dan ideologi kiri.
  • Mendorong ide bahwa agama dan Negara juga dapat dipisahkan dalam Islam dan bahwa Hal ini tidak membahayakan keimanan tapi malah akan memperkuatnya. Pendekatan manapun atau kombinasi pendekatan manapun yang diambil, kami sarankan bahwa hal itu dilakukan dengan sengaja dan secara hati-hati, dengan mengetahui beban simbolis dari isu-isu yang pasti; konsekuensi dari penyesuaian ini bagi pelaku-pelaku Islam lain, termasuk resiko mengancam atau mencemari kelompok-kelompok atau orang-orang yang sedang kita berusahah bantu; dan kesempatan biaya-biaya dan konsekuensi afiliasi yang tidak diinginkan dan pengawasan yang tampaknya pas buat mereka dalam jangka pendek.

Sebuah Catatan

Sudah sangat nyata strategi Rand Corporation ini terjadi di negeri yang mayoritas penduduknya muslim terbesar di dunia ini. Perlu diketahui bahwa Amerika akan menjadikan sesuatu menjadi suatu ancaman dilihat dari dua hal, yakni dari sisi hostility dan capability-nya.

Pertama dari sisi hostilty (permusuhan), Amerika akan menjadikan sebuah ancaman bagi sesuatu yang dianggap memiliki permusuhan. Setelah ideologi sosialisme komunisme tumbang, maka yang menjadi musuh bagi Amerika yang mengemban ideologi kapitalisme itu tiada lain adalah Islam. Mengapa? Karena Islam sebagai sebuah ideologi sangat bersebrangan dengan ideologi kapitalisme. Sebagai contoh, dalam perekonmian: bila kapitalisme memandang bahwa siapa saja berhak dalam berkepmilikan sesuatu termasuk sumber daya alam yang sangat penting bagi kebutuhan masyarakat, maka dalam sistem Islam terdapat konsep tiga kepemilikan barang. Kepemilikan individu, umum dan negara. Sumber daya alam seperti barang tambang tak berhak dimiliki oleh sekelompok orang karena itu milik umat. Dalam sistem kapitalisme, apapun boleh dimiliki.

Kedua, dari sisi capability (kemampuan). Amerika akan menjadikan sesuatu menjadi ancaman bila suatu negeri memiliki kemampuan yang kuat untuk menegakkan ideologinya tersebut. Islam menjadi ancaman serius bagi AS, karena umat Islam saat ini cenderung dalam menegakkan kemampuan tadi melalui tegaknya Khilafah Islamiyyah. Walaupun Islam belum memiliki capability untuk itu, namun saat ini di dunia sedang terjadi sebuah kesadaran global bagi kaum Muslim baik di negeri Arab, Asia bahkan Eropa yang merindukan institusi penyatu ummat itu.

Untuk menangkal ini semua, maka Amerika harus mengeluarkan kebijakan luar negerinya. Diantaranya adalah menghentikan munculnya ancaman-ancaman tersebut. Untuk menghentikan merebaknya ideologi Islam tersebut maka diperlukan orang-orang Islam sendiri yang menyampaikan Islam ala Amerika bukan Islam yang sebenarnya. Ada tiga negara yang tengah dijadikan target dalam menghadang ancaman tersebut, yaitu Turki, negara-negara Eropa dan Indonesia. Mengapa Indonesia menjadi target? Karena di negeri ini paling potensial merebaknya ideologi Islam dan berpendudukan Muslim terbesar di dunia. [f/dari berbagai sumber/ syabab.com]

Koran Tempo dan Tragedi "Preman Berdasi"

Friday, 06 June 2008 19:32

Oleh: Ahmad Hamzah*

Syabab.Com - Belum lama tuduhan Majalah Tempo terhadap MUI yang berusaha menggalang opini publik bahwa akar masalah kekerasan terhadap Ahmadiyah adalah Fatwa MUI sebagaimana dalam Majalah Tempo edisi 5 - 11 Mei 2008. Majalah tersebut menulis antara lain, "Kecemasan di mana-mana. Ketakutan merajalela. Majelis Ulama Indonesia harus bertanggung jawab atas semua ini".


Kali ini, Koran tempo melempar provokasi opini dengan menampilkan Foto [pada penjelasan foto dinyatakan bahwa Munarman eks ketua YLBHI sedang mencekik salah satu anggota aliansi kebangsaan di kawasan Monas]. Dengan arogannya, digiringnya opini bahwa tindakan anarkhis tersebut dan lainnya merupakan justifikasi untuk membubarkan FPI.

Tampilan foto pada headline Koran Tempo yang provokatif disikapi Munarman pada dengan melakukan jumpa pers di markas FPI Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2008). Dia mengatakan bahwa seorang pria dalam foto tersebut adalah anggota FPI yang bernama Ucok Nasrullah [detik.com]. Dengan demikian, tuduhan keji Koran Tempo tanpa melakukan tabayyun [konfirmasi] jelas-jelas merupakan tindakan pers yang tidak bertanggungjawab dan berjiwa "preman berdasi".

Lha, wong beliau bermaksud mencegah anggota agar tidak anarkis, kok Tempo menyebarkan berita bohong bahwa Munarman mencekik anggota AKKBB. Dengan pemberitaan semacam itu, sudah jelas Tempo hendak melakukan "serangan" pembunuhan karakter dan memprovokasi kemarahan publik.

Gegabah tanpa Tabayyun [konfirmasi] dan Malu karena Kecele

Begitu gegabahnya, koran Tempo langsung menempatkan foto tersebut pada halaman utama koran tempo dengan memberikan penjelasan gambar bahwa disitu dinyatakan Munarman sedang mencekik anggota AKKBB. Menanggapi pemberitaan yang mengarah pada character assasination, tidak terima difitnah Munarman mengklarifikasi pemberitaan Tempo yang menyudutkan tersebut.

Di tempat terpisah, mengomentari pernyataan Munarman bahwa dia bermaksud mencegah anak buahnya agar tidak bertindak anarkis, LBH Jakarta Asfinawati, yang notabene pendukung AKKBB terlanjur malu, dan mencari-cari pembenaran lain dengan mengatakan bahwa ada seseorang lain yang mengaku dicekik Munarman yang tidak ada dalam foto tersebut. Pernyataan Asfinawati ini dinilai sebagai upaya mengalihkan rasa malu karena terlanjur kecele atas bukti dokumen berupa foto yang disebarkan kubu AKKBB dalam jumpa pers sebelumnya dan dikutip mentah-mentah oleh beberapa harian Nasional.

Di sini parahnya, redaksi Tempo tidak mengindahkan kaidah pemberitaan terkait dengan kebenaran informasi dan fakta yang disampaikan. Sebagaimana tertera dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 yang berbunyi "Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk".

Sebagaimana pula dalam penafsiran atas Pasal 1 point b disampaikan sebagai berikut: "Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi" dan point d "Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain".

Namun dengan arogan bak "preman berdasi" harian Tempo memberitakan pada porsi yang tidak tepat agar publik tersesatkan sehingga publik pada benaknya muncul kesan oh, inilah aksi brutal FPI yang sedang melakukan tindakan anarkis luas biasa.

Koran Tempo, Kredibilitasnya Diragukan ?

Informasi yang dipampang di halaman utama surat kabar nasional sekelas tempo memang layak diacungi "jempol", tapi jempolnya menghadap ke bawah bukan keatas. Kenapa? Lha

Andai saja Munarman tidak mampu menghadirkan saksi pemuda yang ada di foto dalam konferensi pers, publik akan mendapatkan informasi yang keliru [fitnah]. Dan hal ini bisa berpotensi pada kekeliruan dalam pengambilan keputusan dan pengambilan kebijakan yang penting.

Dengan ketidakakuratan dan kesembronoan Tempo dalam pemberitaan tersebut, apalagi berita tersebut masuk pada area berita utama, yang notabene rubrik utama yang berpotensi menjadi opini publik, maka mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat akan menaruh rasa tidak simpati dan kehilangan kepercayaan terhadap pemberitaan Tempo pada rubrik-rubrik berita yang lain. Karena dengan tragedi tersebut akan menjadikan masyarakat mengambil kesimpulan bahwa Tempo tidak akurat, tidak dapat dipercaya, tidak kredible dan terkesan memojokkan, dll.

Ingat Kasus Koran Tempo, Ingat Kisah Rasulullah SAW

Ingat tragedi Tempo jadi ingat peristiwa besar pernah terjadi yang menimpa Baginda Rasulullah SAW. Suatu fitnah yang melibatkan Ibunda Aisyah ra. sempat mengguncang rumah tangga Rasulullah SAW. Ibunda Aisyah difitnah berbuat keji dengan salah seorang sahabat Rasul SAW bernama Sofwan bin Mu'attal. Nabi SAW pada waktu itu sempat merasakan perihnya fitnah. Fitnah itu bermula dari tertinggalnya Aisyah dari rombongan Nabi SAW, seusai berperang dengan Bani Musthaliq, pada Syaban 5 H. Istri Nabi SAW tertinggal rombongan dan sendirian di gurun yang lengang. Sahabat Shafwan ibnu Mu'aththal yang melewati tempat itu menemukan Aisyah sendirian. Ia pun menyuruh ibu kaum Muslim ini menaiki unta dan menuntunnya ke Madinah.

Apa lacur? Tanpa mengetahui duduk perkara, orang-orang yang menyaksikannya, menggunjingkan Aisyah dan Shafwan. Seperti Hadis Nabi tadi, gunjingan itu sempat menggoncangkan, di kalangan kaum Muslim.

Para shahabat yang telah teruji keimanannya ketika ditanya tidak ada yang mau memberikan komentar, hingga akhirnya Allah swt menjelaskan persoalan itu yang sebenarnya. Dan dengan berhati-hatinya terhadap berita ini menjadikan kaum mukminin terhindar dari penyesalan, karena memfitnah orang, apalagi dia Ummul Mukminin.

Kemudian Allah menyesalkan kaum Muslim yang tak bersangka baik, bahkan, menganggap perkara yang tak diketahui duduk perkara itu, sebagai hal ringan. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar (QS 24:15). Bahkan, menjanjikan azab yang pedih di dunia dan akhirat, bagi penyulut fitnah tersebut (QS 24:19).

Tabayyun Mencegah Fitnah yang Keji

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขَู…َู†ُูˆุง ุฅِู†ْ ุฌَุงุกَูƒُู…ْ ูَุงุณِู‚ٌ ุจِู†َุจَุฅٍ ูَุชَุจَูŠَّู†ُูˆุง ุฃَู†ْ ุชُุตِูŠุจُูˆุง ู‚َูˆْู…ًุง ุจِุฌَู‡َุงู„َุฉٍ ูَุชُุตْุจِุญُูˆุง ุนَู„َู‰ ู…َุง ูَุนَู„ْุชُู…ْ ู†َุงุฏِู…ِูŠู†َ (ุงู„ุญุฌุฑุงุช:6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.[TQS Al-Hujuraat: 6]

Ayat ini turun dengan mengajarkan kepada kaum muslimin agar selalu berhati-hati dalam menerima berita dan informasi. Sebab informasi sangat menentukan mekanisme pengambilan keputusan, dan bahkan entitas keputusan itu sendiri. Keputusan yang salah akan menyebabkan semua pihak merasa menyesal. Pihak pembuat keputusan merasa menyesal karena keputusannya itu menyebabkan dirinya melakukan tindakan dhalim terhadap orang lain. Pihak yang menjadi korban pun tak kalah sengsaranya mendapatkan perlakuan yang dhalim. Maka jika ada informasi yang berasal dari seseorang yang integritas kepribadiannya diragukan harus diperiksa terlebih dahulu.

Perintah memeriksa ini diungkapkan oleh al-Qur'an dalam kata ( ูَุชَุจَูŠَّู†ُูˆุง ). Makna kata tersebut akan semakin mantap kita fahami dengan memperhatikan bacaan al-Kisa'i dan Hamzah, yang membaca kata tersebut dengan ( ูَุชَุซَุจَّุชُูˆْุง ). Kedua kata tersebut memiliki makna yang mirip. Asy-Syaukani di dalam Kitab Fath al-Qadir menjelaskan, tabayyun maknanya adalah memeriksa dengan teliti, sedangkan tatsabbut artinya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan seraya melihat berita dan realitas yang ada sehingga jelas apa yang sesungguhnya terjadi. Atau dalam bahasa lain, berita itu harus dikonfirmasi, sehingga merasa yakin akan kebenaran informasi tersebut untuk dijadikan sebuah fakta.

ูˆَู„َุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„َูƒَ ุจِู‡ِ ุนِู„ْู…ٌ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْุฆُูˆู„ًุง

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban". (TQS. al-Isra':36)

Wallahu a'lam bish-shawab

* Penulis adalah Mantan Pengurus Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komisariat STAN Tahun 2005
[opini/syabab.com]
begitu mudahnya Koran Tempo melempar informasi ke publik tanpa mengikuti kaidah pemberitaan yang benar [tanpa dikonfirmasi kebenarannya]. Bukankah hal ini sangat membahayakan publik [andai saja koran tempo tidak meralat informasinya pada harian tempo edisi 4/6/2008].


Debat Muslim Inggris dengan Masyarakat Nasional Sekular

Sunday, 08 June 2008 23:35

Syabab.Com - Dakwah Islam di Inggris sangat gencar dilakukan oleh para pengemban dakwah di sana. Sebagai salah satu bagian dari kampanye "Stand for Islam", Hizbut Tahrir Inggris (HTB) menggelar debat bertajuk "Hukum Syariah dalam Keseimbangan". Di kota yang lain digelar keharusan kaum Muslim menanggapi pelarangan al-Quran dengan debat dan diskusi untuk menjelaskan keluhuran Islam.


Acara debat ini digelar di Queens Road Community Centre di Walthamstow, pada Ahad (01/06) berfokus pada apakah peningkatan seruan atas aturan syariah di dunia Muslim representasi atas sebuah keadilan atau sebuah kemunduran pada keterbelakangan.

Sarendra Lal dari masyarakan sekular nasional menunjukkan kepada audiens dengan mendiskusikan bagaiman implementasi syariah dalam bentuk sebuah Khilafah sebagai sebuah ketidakterjangkauan tujuan dan bagaiman sekularisme yang sebagai bentuk ideal untuk akuntabilitas pemerintahan dan aturan hukum. Pembicara dari Hizbut Tahrir, Sajjad Khan, menjelaskan poin-poin yang diangkat oleh Sarendra Lal dan menyoroti bahwa fakta sekularisme itulah yang menyebabkan sakitnya masyarakat Inggris, dengan merajalelanya kejahatan, merosotnya nilai-nilai moral dan hancurnya keluarga.

Debat ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para peserta. Kegiatan yang terbuka untuk Muslim dan Non Muslim ini dihadiri lebih dari 100 partisipan, baik pria mapun wanita, dari berbagai kalangan di komunitas Waltham, termasuk kalangan tua, para pelajar dan kaum profesional.

Respon atas Pelarangan Al-Quran: Debat dan Diskusi

Di London Utara, Hizbut Tahrir Inggris juga menggelar acara sebagai rangkaian kampanye "Stand for Islam". Acara yang digelar di Bina Hall, di Tooting, London Utara pada Ahad lalu ini dihadiri sekitar 100 anggota masyarakat lokal, termasuk kalangan profesional, kaum tua dan kalangan pemuda. Tema yang diangkat adalah seputar "Seruan pelarangan Al-Quran, Bagaiman kaum Muslim harus menjawab".

Pembicara, Kasim Khawja, anggota Hizbut Tahrir Inggris, memberikan presentasi yang sangat kuat yang mendukung serangan terhadap Islam dari berbagai media, para politisi, dan serangan baru-baru ini dari uskup Rochester Michael Nazir Ali. Khawja menjelaskan secara detil bagaiman masyarakat dapat mengambil langkah-langkah positif untuk membela Islam dengan berdebat dan diskusi dan melibatkan masyarakat luas.

Di Inggris, sejak kampanye 'Stand for Islam' sebagai rangkaian kegiatan menjelaskan Islam kepada kalangan barat, Hizbut Tahrir sangat gencar melakukan seminar-seminar, debat dan diskusi seputar penjelasan Islam sebagai solusi jitu atas persoalan umat manusia ini termasuk di barat. Partai politik internasional yang didirikan di al-Quds 1953 ini gencar menjelaskan kerusakkan ide-ide barat seperti sekularisme, demokrasi dan kebebasan dan juga rapuhnya ideologi kapitalisme. Gerakan ini menawarkan Islam yang ditegakkan oleh Khilafah Islamiyyah sebagai solusi atas segala kezhaliman dan kerusakkan serta krisi yang menimpa dunia ini akibat kapitalisme yang rusak, termasuk di Inggris. [z/f/syabab.com]

FUI Tuding AS Otaki Insiden Monas

Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mencurigai insiden monas didalangi pihak asing. Bahkan AKK-BB dituding telah menerima duit US$ 26 juta dolar sejak 1995 hingga 1997. Kecurigaan FUI ini didasari kedatangan Kuasa Usaha Kedubes AS untuk Indonesia, John Heffrn menjenguk anggota AKK-BB yang menjadi korban insiden Monas 1 Juni.

“John Heffrn datang membesuk para korban dari AKK-BB. Ini menimbulkan tanda tanya publik. Ada hubungan apa antara orang-orang yg dijenguk tadi dengan kedubes AS,” ujar Ketua Gerakan Persaudaran Muslim Indonesia (GPMI) Ahmad Sumargono.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers yang digelar FUI di Hotel Sofyan Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Sekadar diketahui, GPMI adalah salah satu organisasi yang tergabung dalam FUI.

Selain itu, Sumargono mengungkapkan, AS telah menerbitkan rilis yang meminta pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan insiden Monas. Penerbitan rilis ini dinilai sebagai bentuk campur tangan AS.

Sumargono juga membeberkan, Adnan Buyung Nasution, yang juga salah satu tokoh AKK-BB, telah menerima duit US$ 26 juta dari AS sejak tahun 1995 hingga 1997. “Melalui YLBHI, Adnan Buyung telah menerima dana dari USAID. Dana ini yang menyebabkan terjadinya gelombang reformasi yang membuat Indonesia amburadul di bawah eksploitasi kaum kapitalis liberal,” tuturnya.

Akhirnya SKB Terbit: Masih Belum Tegas!

Tuesday, 10 June 2008 08:17

Syabab.Com - Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait Ahmadiyah akhirnya diterbitkan. SKB tiga menteri ini dikeluarkan Senin sore kemarin (09/06) dibacakan oleh Menteri Agama. SKB Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung berisi tentang peringatan dan perintah kepada penganut, anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat. Berbagai pihak menyebut SKB ini masih belum tegas soal Ahmadiyah.

Menteri Agama, Maftuh Basyuni menegaskan bahwa SKB ini bukan intervensi negara terhadap keyakinan seseorang melainkan upaya pemerintah dalam menjaga dan membentuk ketertiban masyarakat. SKB ini juga memberi peringatan pada jemaah Ahmadiyah yang mengaku agama Islam untuk menghentikan segala aktivitasnya.

"Jika pengurus jemaah Ahmadiyah tidak mengindahkan peringatan ini, akan dikenakan sanksi," tegas Maftuh.
Berikut isi dari SKB tiga menteri tersebut.
  1. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu.
  2. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.
  3. Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.
  4. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).
  5. Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan Bersama ini.
  7. Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

SKB tiga menteri ini ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008, oleh Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.

SKB Belum Tegas

Sebagian kalangan menganggap SKB ini belum tegas dan masih belum menyentuh substansi persoalan Ahmadiyah. Menurut Ismail Yusanto Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia dalam sebuah wawancara di salah satu televisi nasional menyebutkan ada dua substansi persoalan Ahmadiyah.

"Pertama sesuai dengan penilaian bakorpakem bahwa Ahmadiyah ini menyimpang dari Islam. Kedua Ahmadiyah ini telah melakukan penodaan agama, yakni menghina Nabi Muhammad dengan adanya Nabi setelah Muhammad dan menjadikan kitab tadzkirah sebagai kita suci mereka," kata Yusanto.

Sedangkan menurut Hedi Muhammad dari Aliansi Umat Islam (ALUMI) Jawa Barat mengatakan SKB ini masih tidak sesuai dengan harapan.

"Pada prinsipnya target Alumi, Ahmadiyah dibubarkan. Jadi kalau tidak dibubarkan, berarti tidak sesuai dengan harapan kami," kata Koordinator Alumi Hedi Muhammad.

Hal senada juga diungkapkan oleh pihak FPI yang mendesak Ahmadiyah dibubarkan. Menurut Ari Yusuf Amir pengacara dari FPI menyatakan keputusan pemerintah masih mengambang dan ambigu. Hal itu menandakan ketidaktegasan pemerintah pada kasus ini.

"Kan yang kita maksud pembubaran dan pelarangan," kata Ari Yusuf Amir. [z/m/syabab.com]

Umat Islam Hari Ini Bersatu, Desak Pembubaran Ahmadiyah dan Pembebasan Habib Rizieq

Monday, 09 June 2008 12:51

Syabab.Com - Sekitar 100 ribu kaum Muslim bersatu menggelar aksi unjuk rasa menutut pembubaran Ahmadiyah dan pembebasan Habib Rizieq Shihab. Massa yang terdiri dari berbagai elemen umat baik dari kalangan santri, para ulama, anggota majelis taklim, habib dan umat Islam se-jabotabek ini tumpah ruah di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Hari Senin ini (09/06).


Para peserta aksi yang mayoritas berpakaian putih-putih ini tak henti-hentinya meneriakkan takbir dan sholawat serta yel-yel penolakkannya terhadap Ahmadiyah. Aksi unjuk rasa ini berjalan dengan damai. Bahkan menurut Shodiq Ramadhan, ketua pelaksana, aksi dijamin aman. Hadir juga massa dari orams-ormasi Islam seperti Forum Betawi Rempug (FBR), Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), Gerakan Pemuda Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, dan ormas-ormas lainnya yang tergabung dalam Forum Umat Islam.

Tampak mereka membawa panji-panji Islam seperti bendera Rasulullah Saw. berwarna hitam putih bertuliskan laa ilaahaillallah muhammad rasulullah dan juga bendera ormas mereka masing-masing. Selain itu mereka mengusung spanduk serta poster yang berisi tuntutan mereka seperti, 'Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati', 'Tegakkan Syariah Bubarkan Ahmadiyah', 'Bubarkan Ahmadiyah Sekarang Juga!.

Bubarkan Ahmadiyah Harga Mati, Sumber Foto: detikcomDi samping itu juga terdapat juga poster Munarman dan Habib Rizieq. Di bawah foto Munarman tertulis Bubarkan Ahmadiyah, sedangkan di bawah foto 'Habib Rizieq' tertulis Bebaskan 'Habib Rizieq.'Bertemu dengan Jubir Presiden

Sementara itu, sepuluh orang perwakilan umat yang merupakan ulama dan tokoh umat diperbolehkan masuk ke dalam istana Negara. Perwakilan dari umat itu antara lain, KH. Abdullah Rasyid Syafi'i (Pimpinan Ponpes Asysyafiiyah/Ulama Betawi), KH. Nur Iskandar (Pimpinan Ponpes Assidiqiyah), Habib Hasan Al-Jufri, Habib Al-Habsi, Fadholi L Muhir (Ketua Forum Betawi Rempug), KH. M. Al-Khaththath (Sekjen FUI), dan Mashadi (Ketua FUI).

Di depan istana mereka diterima jubir kepresidenan Andi Malarangeng. Para perwakilan umat Islam ini mendesak pemerintah membubarkan Ahmadiyah. Mereka membacakan fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah aliran sesat di depan jubir presiden. Mereka juga mempertanyakan ketidakadilan atas insiden monas di mana pemerintah bereaksi cepat atas FPI tapi AKKBB dibiarkan. Para wakil umat ini pun menyampaikan surat tuntutan pembubaran Ahmadiyah kepada SBY. Jubir Presiden berjanjin akan menyampaikannya segera kepada Presiden SBY. [f/syabab.com]

Ini Dia Munarman: Berkorban Demi Pertahankan Akidah Ummat

Tuesday, 10 June 2008 08:38

Syabab.Com - SKB bersama tentang Ahmadiyah telah dikeluarkan. Seperti janjinya, Panglima Komando Laskar Islam Munarman menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Munarman datang tanpa pengacaara malam tadi tepat pukul 19.55, Senin Malam, (09/06). Munarman mengaku walaupun isi SKB belum cukup, tapi itu langkah maju untuk pembubaran Ahmadiyah dalam rangka mengakomodir aspirasi umat Islam. Dirinya berkorban demi pertahankan akidah Islam.

Selama sepekan sejak insiden Monas, Munarman mengaku dirinya hanya berada di Jakarta. Para wartawan yang sejak sepekan lalu menanti kedatangan Munarman mengaku terkejut dengan kedatangan Panglima Komando Laskar Islam ini. Tidak ada wajah lesu di wajah Munarman sesaat setelah ia tiba di Polda. Mengenakan kaos putih dan membawa tas selempang warna hitam, Munarman menebar senyum ke arah wartawan.

Kedatangan Munarman ke Polda Metro Jaya malam tadi untuk menepati janji dirinya. Dia siap bertanggungjawab penuh atas insiden Monas yang sebenarnya dipicu oleh provokasi kaum liberalis AKKBB. Ia mengaku SKB yang dikeluarkan pemerintah belum memenuhi keinginannya untuk membubarkan Ahmadiyah.

"Saya ingin memenuhi janji, saya bukan pengecut," kata Munarman saat menyerahkan diri kepada Mapolda Metro Jaya.

"SKB belum memenuhi keinginannya. Tuntutannya SKB menjadi Kepres, Ahmadiyah harus dibubarkan," kata salah satu tim pengacara Munarman, Khairil Syah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2008).

Munarman juga mendesak kepolisian membebaskan anggota laskar Islam yang ditahan.

"Dia meminta agar laskar-laskar Islam yang ditahan dalam insiden Monas dibebaskan tanpa syarat," kata Mahendradatta, salah satu anggota Tim Pembela Mulim (TPM).

"Munarman bilang, kalau perlu semua laskar yang ditahan dibebaskan, saya yang menggantikannya," kata Syamsul Bachri Radjam.

Mahendradatta diamanatkan untuk melakukan penuntutan atas fitnah yang dilakukan AKKBB melalui foto yang pernah dipublikasikan beberapa media [baca: Foto Fitnah Keji AKKBB pada Munarman: Dimuat pada Beberapa Media Massa].

"Menuntut atas pencemaran atau fitnah yang dilakukan AKKBB yakni Gunawan Muhammad dan Adnan Buyung," kata Mahendradatta.

FUI: Bangga Pada Munarman

Bersamaan dengan datangnya Munarman ke Polda Metro Jaya, sekitar 15 orang dari Forum Umat Islam menjenguk Munarman. Ahmad Sumargono salahsatu perwakilan dari FUI mengaku bangga atas sikap Munarman.

"Saya sangat bangga dengan Munarman karena menepati janjinya, setelah SKB Ahmadiyah keluar, dia menyerahkan diri," kata Ahmad Sumargono.

Munarman memang sejak beberapa tahun terakhir bukan lagi menjadi pembela demokrasi. Sejak kenal dengan Islam ia mulai membela Islam dari serangan kaum liberalis. Dirinya mengaku pernah dilarang untuk mengadakan pengajian Islam di YLBHI. Padahal lembaga ini katanya gemar menyuarakan hak asasi manusia [baca: Munarman Debat Buyung Nasution Soal Ahmadiyah].

Munarman juga kerapkali mengungkapkan makar orang Asing dan agen-agennya yang ingin mengobok-ngobok negeri Muslim terbesar ini. Dalam pernyataan resmi Munarman melalui video dan email yang dikirimkan ke beberapa media, Munarman mengungkap agenda asing pada Namru-2. Ia mendesak pemerintah menutup Namru-2 yang disinyalir ada agen asing di dalamnya [baca: Munarman, SH : Minta Presiden Patuh pada Hukum, Bubarkan Ahmadiyah dan Hentikan Namru-2!].

Beberapa pemuda Islam juga merasa bangga dengan Munarman yang telah hijrah untuk menjadi pembela Islam. Semula dia bertahun-tahun membela ide-ide rusak buatan manusia, tapi sekarang dia harus berurusan dengan polisi demi sebuah perjuangan mempertahankan akidah Islam.

Ketika ditanya adakah yang melindungi dirinya sejak menghilang. Ia dengan bangga menegaskan ada, yaitu Allah Swt. [z/m/f/okz/syabab.com]

 

© Copyright AL-FATIH ZONE 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.